Tacit, Explicit, Proses Transfer Pengetahuan, dan Contohnya

| DICKI AGUS NUGROHO | A2D009042 | KELAS B | ANGKATAN 2009 | | S1 ILMU PERPUSTAKAAN | FAKULTAS ILMU BUDAYA | | UNIVERSITAS DIPONEGORO | SEMARANG | TAHUN 2012 |

Tacit, Explicit, Proses Transfer Pengetahuan, dan Contohnya

Pengetahuan Tacit merupakan pengetahuan yang diperoleh dari individu (perorangan) yang pengembangannya melalui pengalaman yang sulit untuk diformulasikan dan dikomunikasikan. Sedangkan Explicit adalah hal yang mudah dikomunikasikan dan dibagi bersifat formal dan sistematis, penerapan pengetahuan explicit akan lebih mudah karena pengetahuannya atau pernyataan yang ada telah didokumentasikan dalam bentuk tulisan. 1

Cara memahami Pengetahuan Tacit bisa dilakukan dengan seperti kita belajar mengendarai sepeda, kita melihat dulu cara orang lain menaiki sepeda lalu kita praktekkan.  Supaya lebih jelas kembali, pengetahuan Tacit memiliki ciri khas yaitu bahwa Tacit diperoleh dari pengalaman, pengalaman yang kita pernah liat, rasakan dan lakukan akan kita memahami pengalaman tersebut melalui percakapan yang kemudian kita cerna di dalam otak kita. Ciri kedua adalah tidak mudah di komunikasikan / diberikan kepada orang lain karena sulit untuk di ekspresikan, karena minimal kita harus menggunakan media dalam penyampaian kepada orang lain. Ciri ketiga adalah dapat di transfer secara efektif melalui person to person basis, yaitu pengetahuan yang di dapat oleh kita akan mudah untuk di transfer melalui percakapan dari kita ke orang lain.2  Sedangkan Pengetahuan Explicit memiliki ciri yaitu berbentuk tertulis, dokumen, formal, laporan dll. Pengetahuan Explicit yang bersifat sistematis ini merupakan dokumen yang tersimpan dan bisa diakses yang bisa dipelajari dalam proses pembelajaran.

Menurut Natalia Kosasih dan Sri Budiani menuliskan bahwa Pngetahuan Tacit bersifat personal, dikembangkan melalui pengalaman yang sulit untuk diformulasikan dan dikomunikasikan (Carrillo et al, 2004). Mereka menambahkan bahwa pengetahuan Tacit dikategorikan sebagai pengetahuan personal yang berarti yaitu pengetahuan yang diperoleh dari perorangan.    Sedangkan Pengetahuan Explicit bersifat formal dan sistematis yang mudah dikomunikasikan dan dibagi (Carrillo et al, 2004). Mereka menambahkan bahwa penerapan pengetahuan explicit lebih mudah karena pengetahuan yang diperoleh dalam bentuk tulisan atau dokumentasi. 3

Jadi Pengetahuan Tacit merupakan Pengetahuan atau kemampuan yang kita peroleh dengan melihat, sehingga kita memperoleh berbeda-beda dalam menyerap pengetahuannya. Dan pengetahuan explicit memberikan kemudahan dalam mendapatkan atau menyerap pengetahuan melalui sesuatu yang tertulis.

Kedua pengetahuan ini mampu dikonversikan untuk membentuk 4 proses transfer pengetahuan yaitu sosialisasi, eksternalisasi, internalisasi dan kombinasi. Keempat proses ini dapat kita pahami melalui contoh suatu perusahaan toyota sebagai berikut.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa ada 5 jenis kegiatan berbagai pengetahuan, yaitu di dalam satu kelompok untuk pekerjaan rutin yang serupa dan terus menerus; antar dua atau lebih kelompok yang berbeda tetapi melakukan pekerjaan yang hampir sama; antar dua atau lebih kelompok, tetapi yang dibagi bersama adlah pengetahuan tentang pekerjaan non-rutin; antar organisasi dalam rangka kelangsungan hidup bersama; dari luar kelompok, ketika menghadapi persoalan yang belum pernah mereka jumpai sebelumnya. 4

Ketika perusahaan Toyota ingin mendirikan pabrik baru di suatu tempat, manager mengadakan perekrutan pegawai, kemudian dilatih di tempat pelatihan sebelum bekerja di pabrik baru tersebut, dalam kasus ini terjadi proses internalisasi yaitu buku/modul di pelatihan tersebut dipelajari oleh calon pegawai, modul berarti pengetahuan explicit dan diserap oleh pengalaman di otak calon pegawai tersebut, pengalaman yang disimpan di otak itu berarti pengetahuan tacit. Pengetahuan explicit bertemu dengan pengetahuan tacit terjadilah proses internalisasi.

Calon pegawai tersebut direkomendasikan untuk menjadi pegawai pabrik baru yang bekerja bersama sama dengan sebagian pegawai lama dari pabrik lama. Dalam proses pekerjaannya, terjadilah tukar menukar pengalaman antar pegawai baru dengan pegawai lama, pengalaman pegawai baru berarti pengetahuan tacit dan pengalaman pegawai lama berarti pengetahuan tacit, sehingga terjadilah proses sosialisasi.

Di setiap akhir pekan mereka (pegawai baru dengan pegawai lama) berkumpul untuk membahas permasalahan-permasalahan yang mereka alami saat bekerja, dalam proses tukar menukar informasi tersebut juga terjadi proses sosialisasi. Pada akhirnya tercatatlah suatu hasil diskusi yang berbentuk dokumen untuk dijadikan arsip. Informasi yang dimiliki pegawai berarti pengetahuan tacit, sedangkan dokumen tersebut adalah pengetahuan explicit, sehingga pengetahuan tacit bertemu dengan pengetahuan explicit terjadilah proses eksternalisasi.

Pada akhir bulan, dokumen akhir pekan dikumpulkan menjadi satu untuk dijadikan 1 buku dokumen. Dokumen akhir pekan berarti pengetahuan explicit. Pertemuan antara pengetahuan explicit dengan pengetahuan explicit terjadilah proses kombinasi.

Di bidang pendidikan perpustakaan, ketika dosen perpustakaan membaca penerimaan SK dosen tentang jumlah maksimal sks yang diampu dan waktu untuk penelitian, maka dosen tersebut mempelajari maksud SK tersebut. SK tersebut berarti pengetahuan explicit dan pengetahuan dosen tersebut adalah pengetahuan tacit maka terjadilah proses internalisasi.

Suatu ketika terdapat pertemuan antar dosen yaitu dosen A dengan B, terjadilah proses tukar menukar informasi mengenai jumlah maksimal sks yang seharusnya diampu oleh masing – masing dosen. Ternyata diperoleh suatu informasi bahwa untuk memenuhi tuntutan kualitas proses pengajaran setiap dosen rata-rata adalah 12 sks, sisa waktu dosen lainnya digunakan untuk penelitian. Kemudian hasil pertemuan itu dituliskan dalam sebuah catatan dalam sebuah dokumen oleh dosen B. Pengalaman dosen A berarti pengetahuan tacit, dan pengalaman dosen B juga pengetahuan tacit, sehingga terjadilah proses sosialisasi. Pertemuan antara pengalaman dosen yang disebut pengetahuan tacit bertemu dengan hasil yang berbentuk dokumen tersebut yang disebut pengetahuan explicit, maka terjadilah proses eksternalisasi.

Dosen B tersebut memadukan antara catatan dosen B yang berupa pengetahuan explicit dikombinasikan dengan SK yang berupa pengetahuan explicit. Maka terjadilah proses kombinasi antara pengetahuan explicit dengan pengetahuan explicit.

Contoh ketiga yaitu di perpustakaan, ketika mahasiswa membaca peraturan perpustakaan yang menyatakan bahwa pengunjung dilarang membawa makanan dan makan di dalam perpustakaan. Padalah mahasiswa tersebut enjoy ketika membaca sambil ngemil. Disini terjadilah proses internalisasi yaitu peraturan perpustakaan sebagai pengetahuan explicit dan pemikiran mahasiswa sebagai pengetahuan tacit.

Mahasiswa tersebut berdiskusi dengan layanan konsultasi di perpustakaan tersebut, terjadilah tukar menukar informasi antara mahasiswa dengan pustakawan. Terjadilah proses sosialisasi diantara pengetahuan tacit bertemu dengan pengetahuan tacit.

Kemudian pustakawan menarik kesimpulan lalu menulis hasil diskusi tersebut ke dalam note untuk diserahkan kepada atasannya. Kesimpulan yang ada dipikiran pustakawan tersebut berupa pengetahuan tacit dan note tersebut adalah pengetahuan explicit. Terjadilah proses eksternalisasi.

Antara peraturan perpustakaan dengan note tersebut dikombinasikan menjadi aturan baru. Peraturan perpustakaan adalah pengetahuan ekspilicit dan note tersebut adalah pengetahuan eksplicit. Keduanya bertemu maka terjadilah proses kombinasi.

End.

Terimakasih atas kunjungannya, penulis mengharap kritik, saran dan koreksi yang membangun dari teman-teman semua. Sampai ketemu di artikel selanjutnya.

Daftar Pustaka

1, 3, Jurusan managemen perhotelan, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petra (http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=HOT) .

2, (www.sveby.com/articles/tacittest.html) dalam catatan perkuliahan mata kuliah Kapita Selekta Dosen Pengampu Ibu Endang Fatmawati.

4, Bambang Setiarso. 2006.Berbagi PengetahuanKomunitas eLearning IlmuKomputer.Com

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s