Pengalaman Persyaratan Nikah Antar Provinsi (Sukoharjo-Jombang)

Pengalaman Persyaratan Administrasi Keterangan Menikah antar Provinsi
Jawa Tengah – Jawa Timur.

dicki agus nugroho nisa adelia ardian prasetyo nugroho akad nikah

Akad Nikah Dicki Agus Nugroho & Nisa Adelia, Jombang, Sabtu 1 Juli 2017, foto: Naili Husnayeni

Alur Pelayanan Nikah dari KUA Kabupaten Sukoharjo

Alur Pelayanan Nikah dari KUA Kabupaten Sukoharjo

Sabtu, 1 Juli 2017 adalah hari akad pernikahan saya di Masjid Baitul Khohar, di sebelah rumah calon mertua saya di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Saya, Dicki, yang berdomisili di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mengalami kesulitan jarak untuk mengurus persyaratan menikah pada beberapa bulan sebelum hari spesial itu. Apalagi saya bekerja di Kota Magelang, Jawa Tengah, 3 jam ke barat dari Kabupaten Sukoharjo, sehingga saya harus mengatur waktu yang tepat dan tidak merugikan waktu kerja saya. Lagian calon istri juga merantau di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Maka saya sendiri tidak leluasa pulang kampung untuk mengurus surat keterangan nikah. Sehingga saya memanfaatkan hari kejepit untuk mengurusnya. Hehe. Sayangnya hari kerja di kabupaten Sukoharjo adalah 5 hari kerja jadi tidak bisa memanfaatkan hari sabtu untuk mengurus. Maka saya mengurusnya lebih memilih pada hari senin atau jumat.

Pertama, saya mencari dua surat dari Bapak RT yakni:

  1. surat keterangan domisili u/ menikah untuk membuat SKCK dan,
  2. surat keterangan akan menikah untuk menuju kantor kelurahan Gayam. (FOTO TIDAK TERSEDIA)

Saya pun meminta tolong kepada Bapak saya untuk memberitahukan maksud dan tujuan saya tersebut. Sehingga saya hanya perlu mengambil kedua surat tersebut saja. Lumayan, bisa ngirit 1 kali waktu pulang kampung. Hehe. Apalagi, karena ketua RT yang baik hati maka tidak perlu minta tanda tangan ke Pak RW dan langsung saja ke kantor Kelurahan. Namun sayang, saya lupa menyimpan dokumentasi foto dari dua surat tersebut. Hiks, maap ea.

Pertama kalinya saya pulang kampung ke Kabupaten Sukoharjo, saya memanfaatkan hari kejepit dimana hari selasa adalah libur tanggal merah yaitu senin 27 Maret 2017. Pagi-pagi pukul 7.30 WIB saya bergegas menuju kantor Kelurahan. Kelengkapan yang perlu saya bawa selain kedua surat dari RT menuju kelurahan Gayam adalah sebagai berikut:

  1. 1 Foto saya background biru ukuran 4×6.
  2. 1 Foto calon istri saya background biru ukuran 4×6.
  3. 1 fotocopi KK dari keluarga saya.
  4. 1 fotocopi KK dari keluarga calon istri.
  5. 1 fotocopi KTP saya.
  6. 1 fotocopi  KTP ayah saya.
  7. 1 fotocopi KTP ibu saya.
  8. 1 fotocopi KTP ayah calon istri saya.
  9. 1 fotocopi KTP ibu calon istri saya (tapi tidak saya kasihkan) hehe sengaja mengetes standar operasional kerja. Tp lolos kok.
  10. 1 fotocopi Akte saya.

Setelah itu saya hanya menunggu giliran untuk mendapat pelayanan dan saya mendapatkan lima surat berikut:

  1. Surat N1.
  2. Surat N2.
  3. Surat N3.
  4. Surat N4.
  5. Surat keterangan pengantar numpang nikah.

Karena pegawai kelurahannya baik hati maka saya diberi

  1. “Blangko keterangan belum menikah”

yang digunakan untuk jaga-jaga jika di KUA tempat calon istri saya yaitu Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akan membutuhkannya.

Blangko Surat Pernyataan belum Nikah / Kawin

Blangko Surat Pernyataan belum Nikah / Kawin

Surat Keterangan untuk Nikah Model N1

Surat Keterangan untuk Nikah Model N-1

Surat Keterangan Asal-Usul Model N2

Surat Keterangan Asal-Usul Model N-2

Surat Persetujuan Mempelai Model N3

Surat Persetujuan Mempelai Model N-3

Surat Keterangan tentang Orang Tua Model N4

Surat Keterangan tentang Orang Tua Model N-4

Pengantar Surat Keterangan Numpang Nikah di Kabupaten Mempelai Perempuan

Surat Keterangan Numpang Nikah di Kabupaten Mempelai Perempuan

Setelah semua selesai urusan di kantor Kelurahan, biayanya adalah gratis.

Sepulang dari kelurahan, saya memfotocopi sebanyak 1 kali sebelum dibawa ke KUA Kecamatan Sukoharjo yaitu:

  1. Surat N1 &
  2. Surat N3 .

Sesampai di KUA Kecamatan, saya menyerahkan semua berkas tersebut, kecuali:

  1. blangko keterangan belum menikah.

 

Eits, kelupaan, karena di KUA Kecamatan Jombang meminta surat “SKCK untuk menikah” maka saya menyerahkan kepada kantor Kelurahan yakni:

  1. surat keterangan domisili untuk meminta keterangan membuat SKCK.

Sehingga saya mendapatkan surat keterangan pengantar untuk “membuat SKCK untuk menikah”. Walau saya sebenarnya sudah memiliki SKCK tapi untuk mencari pekerjaan.

Pengantar baik

Surat Pengantar Membuat SKCK dari kantor Kelurahan kepada Polres

Biaya administrasi di KUA Kecamatan Sukoharjo, gratis lho. Hihihihi. 

Saya pun mendapatkan 1 surat pengantar dari KUA Kecamatan. Dengan lampirannya adalah semua berkas dari kelurahan yang diberi amplop dengan ditujukan kepada KUA Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur.

KUA

Surat Keterangan Pemeriksaan Nikah dari KUA Sukoharjo kepada KUA Jombang

AKTA KK KTP

Kelengkapan surat (KK & AKTA saya & calon istri, KTP saya, istri, bapak & ibu saya serta bapak & ibu calon mertua) yang saya lampirkan sejak masuk ke kantor Kelurahan sampai kantor KUA Sukoharjo dan dibawa ke KUA Jombang

Setelahnya, saya bawa SKCK mencari pekerjaan untuk saya perpanjang dan ubah menjadi SKCK untuk menikah. Eh bisa lho. Aku kira gak bisa. Dan lucunya, kelurahan menyarankan untuk minta tanda tangan ke kecamatan. Tapi tidak aku mintakan. Haha. Biaya administrasinya Rp30.000,-  dengan bukti kwitansi. Salud kepada Polres Kabupaten Sukoharjo.

KWITANSI SKCK

KWITANSI SKCK

Syaratnya mengganti SKCK melamar pekerjaan menjadi SKCK untuk menikah adalah

  1. Surat pengantar dari Pak RT dibawa ke kelurahan untuk mendapatkan “Surat pengantar dari Kelurahan” disertai fotocopi KK, fotocopi Akte, & fotocopi KTP.
  2. 2 lembar foto background merah ukuran 4×6.
  3. 1 lembar foto background merah ukuran 3×4. (FOTO TIDAK TERSEDIA)

Setelah selesai semuanya. Saya pulang ke rumah. Total hanya membutuhkan waktu kurang dari 4 jam dalam waktu satu hari saja.

===============================

Saya pun memberikan semua surat dari KUA Kecamatan Sukoharjo tersebut ke Calon Istri saya untuk pulang kampung ke Kabupaten Jombang.

Istri saya mengantar berkas tersebut ke KUA Kecamatan Jombang. Berkas tambahan yang harus saya siapkan untuk sekalian dibawa ke KUA Kec Jombang adalah:

  1. Fotocopy Buku nikah bapak / ibu saya,
  2. surat keterangan sehat asli dari dokter atau puskesmas,
  3. foto 2×3 lima lembar background merah dan
  4. foto 4×6 enam lembar background merah.

Kemudian tinggal menunggu beberapa hari, saya dan calon istri dijadwalkan oleh KUA Kecamatan Jombang untuk melaksanakan pertemuan yang bernama “Rapak”. Yaitu pertemuan untuk melakukan pengecekan oleh petugas KUA Kecamatan Jombang terhadap data-data calon mempelai laki-laki dan calon mempelai perempuan. Ternyata tidak hanya itu, kebenaran data orang tuan masing-masing mempelaipun dicek juga. Berikut yang ditanyakan oleh petugas KUA Kecamatan Jombang kepada kami:

  1. Nama lengkap saya
  2. Nama lengkap bapak kandung saya
  3. Tanggal, bulan, tahun lahir bapak kandung saya
  4. Nama lengkap ibu kandung saya
  5. Tanggal, bulan, tahun lahir ibu kandung saya

Sedangkan yang akan ditanyakan kepada calon memepelai perempuan adalah:

  1. Nama lengkap mempelai perempuan
  2. Nama lengkap bapak kandung
  3. Tanggal, bulan, tahun lahir bapak kandung
  4. Nama lengkap ibu kandung
  5. Tanggal, bulan, tahun lahir ibu kandung
  6. Nama lengkap kakek dari bapak kandung
  7. dan calon mempelai perempuan diminta menuliskan mas kawin di formulir.

Kemudian jika semua data sudah benar maka saya, calon mempelai perempuan dan calon mertua menandatangani formulir. maaf formulirnya tidak bisa saya foto, isin motoin nya. Hehe. (FOTO TIDAK TERSEDIA)

Alhamdulillah. Hanya perlu 1 kali pulang bagi saya dan 2 kali pulang kampung bagi istri saya, kami pun selesai melengkapi persyaratan administrasi menikah antar provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Semoga bermanfaat pengalaman saya ini bagi pembaca. See U… ^_*

3 Langkah Perpustakaan Eksis: Pengalaman Pribadi Aksi Perpustakaan

Pendahuluan

“….Aksi Perpustakaan itu harus sexy dan mampu mencerahkan….”

 

Tulisan ini tayang berkat pengalaman penulis saat bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat di bidang perpustakaan. Penulis lebih senang menyebutnya lembaga konsultan perpustakaan bernama YPPI (Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia). Tercatat, 30 kegiatan terselenggara, dan ratusan kali dimuat media cetak, media televisi, media daring, baik nasional maupun internasional. Partisipasi lembaga ini telah mencakup lingkup yang lebih luas. Salah satunya adalah Aksi Perpustakaan. (Alamat YPPI Surabaya (tutup), Alamat YPPI Jakarta (kantor baru), Laman YPPI lama, Laman YPPI baru).

yppi jawa pos JPNN

Masuk Kolom Feature Koran JawaPos dan JawaPos Daring 23 Mei 2014

Program Aksi Perpustakaan adalah sebuah program yang dikembangkan untuk mendekatkan literasi kepada masyarakat. Literasi berarti luas, bukan sekedar keberaksaraan, membaca, mendapatkan informasi, menulis, memahami, mencerdaskan dan menyampaikan informasi, namun lebih luas lagi yang mencakup kemampuan pada bidang tertentu. Sebagaimana yang disebutkan dalam American Library Association, literasi merupakan sebagai sebuah kemampuan untuk mengenali informasi yang dibutuhkan dan meletakkan, mengevaluasi, serta menggunakan informasi secara efektif.

Baca lebih lanjut

Lomba Artikel Ilmiah: Perpustakaan Menyelamatkan Generasi Langgas dari Hoax.

 

dies ke 66 perpustakaan ugm dicki agus nugroho

Berswafoto bersama dengan pemenang dan juri, dari kiri, saya, Bapak Sutomo (suami ibu Susanti), Ibu Susanti, Ibu Sri Rumani, dan Bapak Ida. [Tidak Lengkap]. Foto dengan Ibu Endang ada di paling bawah artikel.

 

Dalam rangka Dies ke-66 Perpustakaan UGM 2017.

Judul artikel: Perpustakaan Menyelamatkan Generasi Langgas dari Hoax.

Pendahuluan

Penetrasi internet di Indonesia boleh dikatakan sangat luar biasa. Pasalnya, berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2016, lebih dari separuh total penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Tepatnya 132,7 juta orang terkoneksi internet dari total 256,2 juta penduduk. Hal penting dari hasil survei itu adalah generasi langgas membuktikan diri dengan mendominasi pengguna internet sebesar 42% (APJII, 2016). Generasi langgas diperkenalkan sebagai generasi bebas oleh Sebastian (2016). Kata langgas diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang berarti bebas atau tidak terikat kepada sesuatu / kepada seseorang. Pengelompokan generasi langgas ini diperuntukkan kepada seseorang yang lahir sekitar tahun 1980-2000 dengan kata lain berusia 16-36 tahun.

Baca lebih lanjut

Daerah Tangguh Menghadapi Bencana Sesuai Petunjuk UNISDR

dicki-agus-nugroho-artikel-bencana-alam

“Dihadapkan bencana alam, kita praktis tidak berdaya.
Kita adalah manusia.Makhluk kecil tak berdaya dari kuasa-Nya.”

 

Data United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR), lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak dalam pengurangan risiko bencana, Indonesia termasuk peringkat teratas terhadap risiko jumlah penduduk yang mungkin kehilangan nyawa karena bencana. Dalam negeri, data statistik sejak tahun 1815 sampai sekarang diungkapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menunjukkan penyebabnya adalah bencana banjir dan tanah longsor yang mendominasi sejumlah bencana di bumi pertiwi.

 

Menuju penghujung tahun 2016, telah terjadi cuaca ekstrim yang juga berpotensi meningkatkan frekuensi terjadinya bencana hidrometeorologi.Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencontohkan bencana yang dimaksud adalah banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan sambaran petir.

 

Memasuki Oktober2016. Musim hujan hanyalah permulaan.Namun, bencana sudah terjadi di banyak daerah.Provinsi Jawa Tengah paling banyak kejadian bencana sejumlah 456 kejadian.Menjadi yang terbanyak se Indonesia tahun ini sejumlah dari 1.853 kejadian.Beberapa diantaranya terjadi di Kabupaten Magelang.

 

Hujan yang terjadi hampir setiap hari, mengakibatkan longsor di Kabupaten Magelang.Longsor telah terjadi di Dusun Kalipucung Kulon Kecamatan Salaman dan Dusun Pringapus Kecamatan Grabag yang mengakibatkan kerusakan beberapa tempat tinggal warga.Selain longsor, terjadi retakan tanah sepanjang 30 meter di Dusun Grogol Kecamatan Dukun.Longsor parah terjadi di Dusun Plembangan Kecamatan Bandongan pada awal Oktober.Akibatnya, jalur penghubung antara Kecamatan Mertoyudan dan Kecamatan Bandongan tertutup.Akses lumpuh total.Walau ratusan relawan dan TNI Polri melakukan evakuasi longsor.Pengguna jalan harus berputar sejauh puluhan kilometer dan terjadi kerugian enonomi.

 

Bencana di daerah lereng gunung Merapi tidak kalah parah. Di sana Baca lebih lanjut

Daftar Film tentang Buku & Perpustakaan

Ini dia film yang layak untuk ditonton oleh sejawat pustakawan. Ada unsur kepustakawanan di dalam film-film di bawah ini lhoo. Aku sering memakainya untuk melengkapi referensi saat membuat tulisan. 😀

Ketika buku dan Perpustakaan menjadi referensi kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan (lagi dan lagi): http://lk21.org/town-missing-2016/

Ketika buku tak payah dibaca pada lirik lagu Upin & Ipin: https://www.youtube.com/watch?v=-HcGV-e8-vk

Ketika pustakawan siap rela dibunuh dan membunuh untuk menyelamatkan koleksi penyihirnya. Thanks Marvel!: https://nonton.movie/movie/doctor-strange-2016-subtitle-indonesia-636c Baca lebih lanjut

Makalah: KREATOR GENERASI DIGITAL DI PERPUSTAKAAN

foto_dicki-agus-nugroho_magelang

Dicki Agus Nugroho di Floating Market, Lembang, Bandung

 

KREATOR GENERASI DIGITAL DI PERPUSTAKAAN

Dicki Agus Nugroho

Pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Tidar

Jl Kapten Suparman 39, kampus Potrobangsan, Kota Magelang, Jawa Tengah, 56116

dickiuntidar@gmail.com; dicki@untidar.ac.id

Dipresentasikan pada acara SLiMS Commeet West Java 2016: “Senayan Library Management System Community Meet Up West Java; Bandung, 17-18 Desember 2016”. Dan dimuat pada Prosiding Seminar Nasional: “Kreatifitas Pustakawan pada Era Digital dalam Menyediakan Sumber Informasi bagi Generasi Digital Native”.

Abstrak

Lahirnya istilah generasi digital merupakan implikasi dari pesatnya perkembangan teknologi. Dalam perkembangan teknologi, generasi digital memiliki karakter tersendiri yang tidak terlepas dari aktivitas pemanfaatan teknologi. Begitu pula dengan kemajuan internet yang semakin masif membuat dunia terasa menyempit, batas ruang dan waktupun menjadi relatif. Dampaknya sampai menjadikan lebih dari setengah jumlah penduduk Indonesia sebagai pengguna internet. Generasi digital membuktikan diri dengan beragam aktivitasnya mendominasi pengguna internet yakni 42,8% dari total 132,7 juta orang. Salah satu aktivitas yang dilakukan oleh generasi digital  telah menjadikan dirinya sendiri sebagai kreator. Kreator merupakan pencipta atau produsen konten tertentu di media khususnya di media sosial. Tumbuhnya kreator konten media di Indonesia disinyalir populernya tiga konten media sosial yang sering dikunjungi pengguna internet yaitu Facebook (54%), Instagram (15%), dan Youtube (11%). Belakangan ini bermunculan kreator-kreator terkenal yang tidak hanya merubah perilaku generasi digital namun juga mendatangkan penghasilan. Aktivitas tersebut merupakan salah satu dinamika yang ada di masyarakat. Dimana masyarakat dan perpustakaan memiliki keterkaitan yang strategis. Perpustakaan diharapkan mampu menganalisis kebutuhan generasi digital dan mewadahi mereka serta selalu memperbaharui kebutuhannya. Kajian yang bertujuan untuk menjelaskan kreator generasi digital dan contoh praktik perpustakaan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menekankan pengumpulan data menggunakan kajian studi pustaka. Peneliti menggunakan berbagai literatur yang membahas karakteristik generasi digital dan contoh praktik perpustakaan  yang diperoleh dari buku, hasil penelitian, jurnal, majalah, artikel, surat kabar, internet dan sumber terkait lainnya. Hasil kajian ini adalah mengenalkan tindakan yang bisa dilaksanakan oleh perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan dan memelihara para kreator dari generasi digital.

Kata kunci : Perpustakaan, digital native, kreator, media sosial Baca lebih lanjut