Lomba Artikel Ilmiah: Perpustakaan Menyelamatkan Generasi Langgas dari Hoax.

 

dies ke 66 perpustakaan ugm dicki agus nugroho

Berswafoto bersama dengan pemenang dan juri, dari kiri, saya, Bapak Sutomo (suami ibu Susanti), Ibu Susanti, Ibu Sri Rumani, dan Bapak Ida. [Tidak Lengkap]. Foto dengan Ibu Endang ada di paling bawah artikel.

 

Dalam rangka Dies ke-66 Perpustakaan UGM 2017.

Judul artikel: Perpustakaan Menyelamatkan Generasi Langgas dari Hoax.

Pendahuluan

Penetrasi internet di Indonesia boleh dikatakan sangat luar biasa. Pasalnya, berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2016, lebih dari separuh total penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Tepatnya 132,7 juta orang terkoneksi internet dari total 256,2 juta penduduk. Hal penting dari hasil survei itu adalah generasi langgas membuktikan diri dengan mendominasi pengguna internet sebesar 42% (APJII, 2016). Generasi langgas diperkenalkan sebagai generasi bebas oleh Sebastian (2016). Kata langgas diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang berarti bebas atau tidak terikat kepada sesuatu / kepada seseorang. Pengelompokan generasi langgas ini diperuntukkan kepada seseorang yang lahir sekitar tahun 1980-2000 dengan kata lain berusia 16-36 tahun.

Baca lebih lanjut

Daerah Tangguh Menghadapi Bencana Sesuai Petunjuk UNISDR

dicki-agus-nugroho-artikel-bencana-alam

“Dihadapkan bencana alam, kita praktis tidak berdaya.
Kita adalah manusia.Makhluk kecil tak berdaya dari kuasa-Nya.”

 

Data United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR), lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak dalam pengurangan risiko bencana, Indonesia termasuk peringkat teratas terhadap risiko jumlah penduduk yang mungkin kehilangan nyawa karena bencana. Dalam negeri, data statistik sejak tahun 1815 sampai sekarang diungkapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menunjukkan penyebabnya adalah bencana banjir dan tanah longsor yang mendominasi sejumlah bencana di bumi pertiwi.

 

Menuju penghujung tahun 2016, telah terjadi cuaca ekstrim yang juga berpotensi meningkatkan frekuensi terjadinya bencana hidrometeorologi.Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencontohkan bencana yang dimaksud adalah banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan sambaran petir.

 

Memasuki Oktober2016. Musim hujan hanyalah permulaan.Namun, bencana sudah terjadi di banyak daerah.Provinsi Jawa Tengah paling banyak kejadian bencana sejumlah 456 kejadian.Menjadi yang terbanyak se Indonesia tahun ini sejumlah dari 1.853 kejadian.Beberapa diantaranya terjadi di Kabupaten Magelang.

 

Hujan yang terjadi hampir setiap hari, mengakibatkan longsor di Kabupaten Magelang.Longsor telah terjadi di Dusun Kalipucung Kulon Kecamatan Salaman dan Dusun Pringapus Kecamatan Grabag yang mengakibatkan kerusakan beberapa tempat tinggal warga.Selain longsor, terjadi retakan tanah sepanjang 30 meter di Dusun Grogol Kecamatan Dukun.Longsor parah terjadi di Dusun Plembangan Kecamatan Bandongan pada awal Oktober.Akibatnya, jalur penghubung antara Kecamatan Mertoyudan dan Kecamatan Bandongan tertutup.Akses lumpuh total.Walau ratusan relawan dan TNI Polri melakukan evakuasi longsor.Pengguna jalan harus berputar sejauh puluhan kilometer dan terjadi kerugian enonomi.

 

Bencana di daerah lereng gunung Merapi tidak kalah parah. Di sana Baca lebih lanjut

Daftar Film tentang Buku & Perpustakaan

Ini dia film yang layak untuk ditonton oleh sejawat pustakawan. Ada unsur kepustakawanan di dalam film-film di bawah ini lhoo. Aku sering memakainya untuk melengkapi referensi saat membuat tulisan. 😀

Ketika buku dan Perpustakaan menjadi referensi kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan (lagi dan lagi): http://lk21.org/town-missing-2016/

Ketika buku tak payah dibaca pada lirik lagu Upin & Ipin: https://www.youtube.com/watch?v=-HcGV-e8-vk

Ketika pustakawan siap rela dibunuh dan membunuh untuk menyelamatkan koleksi penyihirnya. Thanks Marvel!: https://nonton.movie/movie/doctor-strange-2016-subtitle-indonesia-636c Baca lebih lanjut

Makalah: KREATOR GENERASI DIGITAL DI PERPUSTAKAAN

foto_dicki-agus-nugroho_magelang

Dicki Agus Nugroho di Floating Market, Lembang, Bandung

 

KREATOR GENERASI DIGITAL DI PERPUSTAKAAN

Dicki Agus Nugroho

Pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Tidar

Jl Kapten Suparman 39, kampus Potrobangsan, Kota Magelang, Jawa Tengah, 56116

dickiuntidar@gmail.com; dicki@untidar.ac.id

Dipresentasikan pada acara SLiMS Commeet West Java 2016: “Senayan Library Management System Community Meet Up West Java; Bandung, 17-18 Desember 2016”. Dan dimuat pada Prosiding Seminar Nasional: “Kreatifitas Pustakawan pada Era Digital dalam Menyediakan Sumber Informasi bagi Generasi Digital Native”.

Abstrak

Lahirnya istilah generasi digital merupakan implikasi dari pesatnya perkembangan teknologi. Dalam perkembangan teknologi, generasi digital memiliki karakter tersendiri yang tidak terlepas dari aktivitas pemanfaatan teknologi. Begitu pula dengan kemajuan internet yang semakin masif membuat dunia terasa menyempit, batas ruang dan waktupun menjadi relatif. Dampaknya sampai menjadikan lebih dari setengah jumlah penduduk Indonesia sebagai pengguna internet. Generasi digital membuktikan diri dengan beragam aktivitasnya mendominasi pengguna internet yakni 42,8% dari total 132,7 juta orang. Salah satu aktivitas yang dilakukan oleh generasi digital  telah menjadikan dirinya sendiri sebagai kreator. Kreator merupakan pencipta atau produsen konten tertentu di media khususnya di media sosial. Tumbuhnya kreator konten media di Indonesia disinyalir populernya tiga konten media sosial yang sering dikunjungi pengguna internet yaitu Facebook (54%), Instagram (15%), dan Youtube (11%). Belakangan ini bermunculan kreator-kreator terkenal yang tidak hanya merubah perilaku generasi digital namun juga mendatangkan penghasilan. Aktivitas tersebut merupakan salah satu dinamika yang ada di masyarakat. Dimana masyarakat dan perpustakaan memiliki keterkaitan yang strategis. Perpustakaan diharapkan mampu menganalisis kebutuhan generasi digital dan mewadahi mereka serta selalu memperbaharui kebutuhannya. Kajian yang bertujuan untuk menjelaskan kreator generasi digital dan contoh praktik perpustakaan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menekankan pengumpulan data menggunakan kajian studi pustaka. Peneliti menggunakan berbagai literatur yang membahas karakteristik generasi digital dan contoh praktik perpustakaan  yang diperoleh dari buku, hasil penelitian, jurnal, majalah, artikel, surat kabar, internet dan sumber terkait lainnya. Hasil kajian ini adalah mengenalkan tindakan yang bisa dilaksanakan oleh perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan dan memelihara para kreator dari generasi digital.

Kata kunci : Perpustakaan, digital native, kreator, media sosial Baca lebih lanjut

Pentingnya Spiritual Skill bagi Pustakawan dalam Pelayanan Perpustakaan


Pentingnya Spiritual Skill bagi Pustakawan dalam Pelayanan Perpustakaan

Oleh: Dicki Agus Nugroho, S.Hum. Pustakawan upt perpustakaan universitas tidar di magelang jawa tengah.

Dimuat di PROSIDING SEMINAR NASIONAL: Soft Skill & Spiritual Skill Pustakawan dalam Layanan Prima Perpustakaan. Surakarta, 21 September 2016. ISI Surakarta (Solo). Jawa Tengah.

dicki@untidar.ac.id; dickiuntidar@gmail.com

Abstrak

Pustakawan mendapat tantangan dan tuntutan dari pemustaka net generation. Jawabannya ada pada tiga bagian yang dipersatukan membentuk satu bulatan penuh yaitu Hard Skill, Soft Skill, dan Spiritual Skill. Ketiganya menjadi bagian utuh yang tidak dapat dipisahkan sehingga mampu menjaga stabilnya kualitas pelayanan perpustakaan. Pentingya spiritual skill menghadirkan sosok pustakawan yang mendekati sempurna. Namun, pustakawan dikhawatirkan mengalami ketidakstabilan spiritual skill karena adanya faktodicki agus nugroho 2.pngr yang bisa melemahkan kemampuan spiritual. Maka perlu alternatif untuk mencegah kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengenalkan sebuah alternatif cara mengetahui tipe kepribadian dan memberikan contoh pratik spiritual pada masing-masing tipe kepribadian. Diharapkan menjadi alternatif bagi pustakawan untuk menjaga stabilnya spiritual skill pustakawan supaya semakin mampu menjagastabilnya kualitas pelayanan perpustakaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka. Peneliti menggunakan berbagai literatur yang membahas spiritual skill. Hasil dari penelitian ini adalah mengenalkan sebuah alternatif cara mengetahui tipe kepribadian dan memberikan contoh praktik spiritual pada masing-masing tipe kepribadian.

Kata kunci: spiritual skill, pustakawan, big five, kepribadian

Baca lebih lanjut

Hari Buku Nasional 2016: Pelayanan Perpustakaan harus ‘User Oriented’ berdasarkan Fungsi Perpustakaan

[Malu-Malu], Berfoto bareng dengan Mantan Kepala Perpustakaan Nasional, Ibu Dra Sri Sularsih M.Si, Jakarta, kamis 12 Mei 2016.

Selamat Hari Buku Nasional 2016

Terbaru, hasil studi yang dilaksanakan Central Conecticut State University, Amerika Serikat, yang diumumkan pada Maret 2016, telah menempatkan Indonesia pada peringkat ke-60 dari 61 negara yang diteliti dalam hal literasi para warganya.

Budaya literasi pada era sekarang ini tidak bisa dipungkiri lagi telah membludak banyaknya informasi. Inilah benar-benar suatu masa yang di dalamnya terjadi apa yang seperti dinubuatkan Marshall Mc Luhan sekitar setengah abad lalu, yang disebut sebagai information spill-over (peluberan informasi), bahkan banjir informasi. Lihat saja, google sebagai mesin pencari telah membuktikan kepada kita akan banjir informasi kepada masyarakat.

Kehadiran perpustakaan dituntut menyediakan referensi yang falid dan bukan informasi yang menyesatkan. Di internet, banyak sekali informasi yang tersaji, namun banyak pula yang tidak shahih atau benar. Maka perlu kecerdasan memilih dan mensintesiskan informasi yang sahih oleh perpustakaan. Sehingga walau internet menyediakan banyak jawaban kepada masyarakat, namun perpustakaan bisa memberikan satu jawaban yang benar kepada masyarakat.

Baca lebih lanjut