Tren Perpustakaan Rekreatif yang digemari Pengunjung

Dari Tren Perpustakaan Rekreatif

Menuju Perpustakaan Masa Depan

Abstrak

Pada Hakikatnya perpustakaan merupakan sesuatu yang universal (setiap Negara sama). Sama apa tugas pokok (mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan melestarikan, serta menyebarluaskan informasi kepada pengguna). Sama juga pada image dan pengertiannya. Namun belum semua perpustakaan dapat memberikan manfaat yang optimal kepada pengguna. Bagaimana agar pengguna dapat merasakan manfaat secara optimal dari suatu perpustakaan? Apa yang harus dilakukan oleh perpustakaan guna berarti di mata penggunanya?

Pendahuluan

Abad 21 merupakan abad informasi. Hal ini dikarenakan laju perkembanngan informasi yang begitu cepat, apalagi di negara maju. Sementara informasi dari negara berkembang tidak mampu bersaing dengan yang berkembang di negara maju. Akibatnya, muncullah ketimpangan dan ketidakadilan dalam bidang informasi antar negara maju dan berkembang. Dalam perkembangannya, setiap orang membutuhkan informasi yang cepat dan tepat. Siapa yang menguasai informasi, dialah pemenangnya, begitupun sebaliknya. Sama halnya dengan informasi, seperti perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu cepat dan bervariasi. Untuk bisa mengimbangi kemajuan tersebut, maka sudah saatnya perpustakaan mulai berbenah diri.

Pembahasan

Merujuk pada KBBI, tren adalah sesuatu benuk penampilan yang mutakhir. Sedangkan perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempt untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan menngatur koleksi bahan pustaka secara sistemaatis untuk digunakan oleh pemakainya dan sebagai sumber informasi. Sedangkan ciri-ciri dan syarat yag dimiliki perpustakaan adalah dari segi gedung, koleksi, petugas, dana, pelayanan dan fasilitas pendukung lainnya.

Perkembangan Perpustakaan di Era Globalisasi Informasi

Dampak perkembangan IPTEK do segala bidang memiliki implikasi terhadap pola pengembangan perpustakaan dan pusat-pusat informasi. Perpustakaan dan pusat informasi telah berhubungan dengan bahan pustaka dan informasi. Perpustakaan merupakan institusi yang dikelola pustakawan, jadi seorang pustakawan harus memiliki ketrampilan dan keahlian yangn memadai, yang mana harus ditunjang dengan pendidikan yang relevan karena pekerjaan ini merupakan pekerjaan professional. Perpustakaan merupakan lembaga pelayanan publik, diharapkan dapat berperan aktif mengikuti pola perkembangan informasi dan berupaya dalam menjembatani kebuuhan informasi penggunanya.

Memasuki abad ke-21 bisa disebut abad informasi dimana antar dunia saling terikat oleh jaringan informasi global. Apa yang akan terjadi dan bagaimana menghadapinya? Kemudian apa dampaknya terhadap perpustakaan dan pusat-pusat informasi? Sebelum menjawab permasalahan tersebut mari lihat dulu ciri-ciri tahap perkembangan masyarakat.

Ciri-ciri Tahapan Masyarakat:

No Jenis Perubahan Masyarakat Agraris Masyarakat Industri Masyarakat Informasi
1 Produk Makanan Barang Informasi
2 Faktor Produksi Tanah Modal Keahlian
3 Tempat Produksi Rumah Pabrik Utulitas Informasi
4 Aktor Petani/artis Pekerja Pabrik Teknisi
5 Sifat Teknologi Berorientasi pada perkakas Teknologi Tenaga Eknologi Informasi
6 Faktor Petunjuk Tradisi Pertumbuhan Ekonom Kodisifikasi Pengetahuan
7 Syarat Keberhasilan Bicara Pandai Bicara dan tulis Pandai Media visual/aural/komputer
8 Prinsip Kesatuan Regionalisme Nasionalisme Globalisasi

Dari tabel diatas dpt dilihat kesimpulan yaitu ada 5 masyarakat informasi yang terpenting: 1) Pendidikan 2) Media Komunikasi 3) Media Informasi 4) Layanan Informasi 5) Penelitian dan Perkembangan. Kelima pilar ini sangat berkaitan erat dengan eksistensi perpustakaan dan pusat-pusat informasi yang diharapkan dapat memberikan pelayanan informasi kepada pengguna melalui koleksi bahan pustaka yang didukung olej ilmu ppengetahuam dan teknologi. Pustakawan diharapkan mampu beradaptasi dengan kemajuan akan kebutuhan pengguna.

Adapun tahap perkembangan perpustakaan:

  1. Perpustakaan konvensional / Tradisional

Operasionalnya masih manual. Bahan Pustaka Berupa hardcopy

  1. Perpustakaan Terotomasi

Operasionalnya berbasis komputer. Bahan Pustaka masih hardcopy

  1. Perpustakaan Hibrida / Alternatif

Yaitu perpaduan perpustakaan konvensional dengan perpustakaan yang berbasis informasi elektronik

  1. Perpustakaan Digital

Operasionalnya dengan teknologi informasi. Bahan Pustakanya berupa digital. Ada 3 hal utama yang terkait dengan perpustakaan digital yaitu tersedianya koleksi digital, adanya staf / petugas, dan akses oleh masyarakat luas. Informasi ini dapat diakses jarak jauh melalui jaringan intranet dan internet.

Diharapkan dengan perkembangan perpustakaan, pustakawan mampu lebih familiar dengan pengguna mauupun dengan teknologi informasi sehingga tampaklah arah menuju perputakaan masa depan. Adapun yang mampu mendukung perkembangan perpustakaan yaitu:

  1. Sistem manajemen Perpustakaan
  2. Sumber daya Manusia (brain ware)
  3. Layanan (sevice)
  4. Dana
  5. Fasilitas

Tren Perpustakaan Rekreatif

Perpustakaan Rekreatif adalah bentuk perpustakaan yang didesain dengan sedemikian rupa dengan koleksi multi media, baik bahan pustaka tercetak maupun terekam. Bahan pustaka dimaksudkan berdifat ringan dengan tujuan untuk memberikan penyegaran kembali badan atau pikiran. Pengguna akan merasa lebih enjoy dan fresh melalui layanan perpustakaan rekreatif.  Perpustakaan rekreatif telah mulai diterapkan di perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Perpustakaan ini dibagi 2 ruangan, yakni perpustakaan rekreatif yang berisi koleksi buku/tercetak dan perpustakaan rekretif yang berisi koleksi rekam, seperti ,VCD,DVD dan kaset. Perpustakaan tersebut didesain dengan nuansa yang santai dengan sistem layanan terbuka yang berbasis otomasi. Perabot dan desain ruangan dibuat berbeda dengan keadaan biasanya, sehingga tampaklah wajah/rupa yang baru. Penyajiannya dengan cara duduk di karpet (lesehan).

perpustakaan kreatif

Penutup

Kehadiran Perpustakaan rekreatif merupakan bentuk perkembangan perpustakaan menuju perpustakaan masa depan. Munculnya perpustakaan rekreatif meruupakan bentuk perluasan layanan kepada pengguna. Sehingga pengguna dapat merasakan lebih nyaman dan santai berada di dalamnya. Namun perkembangan perpustakaan itu sendiri tergantung pada siapa, apa, dan mau bagaimana suatu perpustakaan dikembangkan? Semua kembali kepada kesadaran dan kemauan kita bersama, baik pengelola maupun pemerhati perpustakaan

Sumber: jurnal di UPT widyapuraya undip. (lupa nama jurnalnya) dg tambahan sedikit oleh penulis.

dan foto dr YPPI

Download Artikel Tren Perpustakaan Rekreatif yang digemari Pengunjung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s