Ngomong di depan umum, KeNaPa TidAk?

PENTINGNYA PUBLIC SPEAKING UNTUK KEMAJUAN PERPUSTAKAAN
Berbicara. Siapa yang tidak melakukan hal ini? Dari dalam kecil kita
sudah melakukannya. Tak terbayangkan sebelumnya bicara yang merupakan
rahmat yang diberikan oleh Tuhan kepada semua umatnya dewasa ini harus
dipelajari secara khusus.
Berbicara adalah ketrampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan,
bahasa tubuh dan mata untuk mendapatkan respondari orang lain.
Berbicara  juga sebagai alat interaksi dan komunikasi.
Berbicara, sangat mudah dilakukan tapi bagi sebagian orang akan
menjadi susah dilakukan.  Apalagi berbicara didepan khalayak ramai.
Karena ini melibatkan kemampuan, percaya diri dan keberanian. Apalagi
jika dibutuhkan berbicara dengan rapi dan lancar diselingi dengan
improvisasi dalam bentuk humor, memerlukan kemampuan khusus. Kemampuan inilah yang dirangkum sebagai kemampuan public speaking.
Saat ini makin banyak orang yang tertarik untuk mempelajari seni
berbicara didepan orang banyak (publik).
Kesadaran masyarakat tentang pentingnya berbicara yang baik dan
efisien didepan orang banyak, tumbuh setelah mereka melihat begitu
banyak persoalan pelik yang dapat dijelaskan hanya dengan berbicara.
Serta  banyak pula yang merasakan pentingnya mampu berbicara dengan
baik karena tuntutan tugas dan profesinya.
Kemampuan berbicara menjadi persyaratan utama yang tidak bisa ditawar
dalam membuat orang tertarik dengan apa yang kita sampaikan.
Syarat kemampuan public speaking tidak hanya dibutuhkan untuk
berbicara di mimbar atau di panggung dengan khalayak ramai tapi
berbicara dalam lingkup kecil yang tidak melibatkan banyak orang,
tetap dibutuhkan syarat tersebut. Seperti berbicara sebagai pustakawan
kepada siapapun yang menggunakan perpustakaan ini untuk kepentingan
positif mereka.
Tanpa kemampuan yang baik dalam berbicara,(public speaking)
pesan-pesan penting kadang menjadi sia-sia.
Saat kita mampu mengeksplorasi kemampuan bicara kita, saat inilah
ketidaksempurnaan akan berakhir. Kemudia kita menjadi sosok yang
menyenangkan ditengah-tengah banyak orang.

Public Speaking diperlukan dalam segala bidang.

seperti:

1.    Presenter
2.    Penyiar radio
3.    MC
4.    Protokol
5.    Pranoto coro
6.    Dosen
7.    Guru
8.    Dai
9.    PR
10.    Reporter/Jurnalis
11.    Trainer
12.    Motivator
13.    Pejabat Pemerintah
14.    Istri pejabat pemerintah
15.    Pemimpin Perusahaan
16.    Pemimpin Partai/ Organisasi.
17.    Orator kampanye
18.    Perhotelan/ Restoran
19.    Customer service
20.    Marketing
21.    PUSTAKAWAN

Bagaimana trik Public Speaking yang efektif?
1.    Kesamaan pandangan
Menciptakan koneksi dengan individu  atau sekelompok orang yang
menjadi audience kita. Membangun kesamaan pandang? Mengapa anda dan
mereka berada diruang yang sama? Apa yang menyatukan kita semua?
Mengerti apa yang mereka inginkan dan butuhkan?
2.    Bahasa tubuh dan bahasa mata.
Bicara dengan akrab, bahkan bicara mendekati bentuk percakapan satu
lawan satu sehingga terasa lebih akrab dekat dan akan membawa kesan
kita sangat memperhatikan mereka.
Perhatikan posisi duduk kita, berikan kesan kita siap mendengarkan mereka.
Kontak mata akan menolong kita menyampaikan pesan yang punya dampak
emosional. Tetap fokus dengan lawan bicara dan abaikan melihat yang
lain. Jika pandangan bergeser, atau terlalu jauh membuang pandangan
mata, akan mengurangi kenyamanan orang lain saat berbicara dengan
kita.
3.    Penampilan fisik
Penilaian ini pasti berlangsung sebelum dan selama seseorang
berhadapan dengan kita. Sehingga sangat penting memperhatikan
penampilan, kebersihan dan kerapian kita dari mulai kuku, rambut, make
up serta
4.    Beri kesempatan lawan bicara lebih banyak.
Akan lebih banyak orang yang suka didengarkan daripada mendengarkan.
Karena itu seorang public speaker hebatpun membutuhkan batas waktu
tertentu untuk menahan perhatian orang lain atau audience untuk
mendengarkannya. Penyiar radio, memiliki batas waktu bicara yang
memikat pada 3 menit pertama. MC memiliki kesempatan memikat pada 40
detik-1 menit pertama. Public speaker yang bagus tidak lebih banyak
membicarakan dirinya sendiri.
5.    Dengarkan
Simak dengan baik apa yang disampaikan sehingga kita bisa memahami
semua pembicaraanya, pesannya, informasinya dan keinginannya serta
dapat menghindari kesalahpahaman. Mereka akan merasa lebih dihargai.
Karena kita menaruh minat yang tinggi pada mereka.
6.    Tunjukan ekspresi wajah.
Tunjukan ekspresi yang wajar, jangan berlebihan. Penting untuk
menunjukan bahwa kita memahami mereka dan berminat terhadap mereka.
7.    Pilih kata-kata yang tepat.
Perasaan orang lain saat bersama kita sering merupakan hasil dari
kata-kata yang kita pilih. Orang lain merasa salah, nyaman bahkan
marah bisa muncul dari kata-kata kita.
8.    Atasi gangguan
Jika hal ini terjadi alihkan perhatian kita dengan memegang sesuatu
atau menggunakan media lain untuk mengalirkan rasa stress kita
sehingga tidak mengganggu konsentrasi sewaktu bicara.
9.    Atasi takut
Wajar jika muncul perasaan ini. Takut bicara dengan orang baru, orang
banyak, orang-orang yang memiliki kemampuan diatas kita dan lain-lain.
Rasa takut ini dipicu rasa tidak percaya diri. Tidak memiliki bahan
pembicaraan dan paling parah tidak memiliki kemampuan bicara yang
baik. Hal ini bisa diatasi dengan memiliki dorongan kuat untuk berani
dan percaya diri. Dan berlatih untuk bicara yang menyenangkan.
Perbanyak diri kita dengan ilmu pengetahuan, pergaulan dan wawasan.
Ini yang akan menjadi modal kita, peluru kita untuk menghadapi banyak
orang.
10.    Teknik  bicara
Artikulasi adalah kejelasan kata. Seperti kata polres ada yang
menyebut pores atau jalur rel kereta api ada yang kesulitan
mengucapkan dengan jelas.
Intonasi adalah irama bicara. Agar tidak terdengar membosankan dan
lebih menarik.
Speed adalah kecepatan bicara. Biasanya dimiliki oleh orang-orang
daerah tertentu. Orang Tegal, Madura, lebih terdengar cepat dalam
bicara, sebaliknya orang Solo, Jogja dikenal bicara agak lambat. Meski
hal ini kadang tergantung masing-masing individu.
Jeda adalah titik koma atau pemenggalan kata dengan jelas.
Penekanan adalah memberikan enegi dalam suara agar tidak terdengar
letih atau loyo dan pemilihan terhadap hal-hal penting yang sedang
dibicarakan.
11.    Awas, gagal komunikasi.
Perusak utama komunikasi adalah perasaan menganggap orang lain tidak
penting. Hal ini meski tidak terucap namun bisa dirasakan dengan hati.
Karena komunikasi tidak hanya melibatkan lisan, telinga dan mata tapi
juga dengan hati. Lakukan tanpa ada paksaan dan tekanan. Tulus dan
jujur, akan memberikan hasil yang lebih baik.

CATATAN KEKURANGAN KITA DALAM BICARA

1. Gaya dan sikap berbicara?
2. Apakah suara saya sengau ?
3. Apakah suara saya terdengar tidak percaya diri ?
4. Apakah suara saya terdengar over PD dan cenderung sombong ?
5. Apakah suara saya hilang diujung kalimat ?
6. Apakah artikulasi saya tidak jelas ?
7. Apakah bicara saya terlalu jelas ?
8. Apakah suara saya terlalu lemah ?
9. Apakah suara saya seperti orang terjepit ?
10. Apakah suara saya terdengar gugup ?
11. Apakah cara berdiri saya kaku ?
12. Apakah tangan dan anggota tubuh saya terlalu banyak bergerak ?
13. Apakah mimik saya tegang ?
14. Apakah mimik saya tidak serius ?
15. Apakah saya overacting?

Setelah kita mengetahui kelemahan-kelemahan kita  dan mencatatnya
sebagai daftar yang perlu diperbaiki, letakkan daftar tersebut.
Evaluasilah sekali lagi. Dengan melakukannya berulang-ulang,
kelemahan-kelemahan ini biasanya dapat diperbaiki.

oleh: Shinta Ardhany
Praktisi Public Speaking
Jurnalis, presenter TV, penyiar dan MC

Kontak komunikasi
081 367 377 151
Email : ardhan16@yahoo.com
FB : Shinta Ardhan

MATERI “NGOBRAS EDISI PERTAMA: BERSAMA MBAK SHINTA DAN BU YUVEN”

SELASA, 15 MARET 2011 @A.3.10 FIB TEMBALANG, UNDIP.

2 thoughts on “Ngomong di depan umum, KeNaPa TidAk?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s