Buku di Jumat Keramat

Buku di Jumat Keramat

andiSiapa tidak kenal Andi Mallarangeng. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini ditetapkan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sebagai tersangka sejak 6 Desember 2012. Atas dugaan melakukan penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara dalam pengadaan sarana dan prasarana olahraga Hambalang. Perbuatan itu diduga dilakukan Andi bersama Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar, serta mantan petinggi PT Adhi Karya, Teuku Bagus Muhammad Noor (Nasional Kompas, 7 Okt). Dan menurut perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan, nilai kerugian negara yang muncul dari proyek ini sekitar Rp 463,6 miliar.

Hal senada diperkuat oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad, memastikan dan berjanji akan menahan pemilik nama lengkap Andi Alifian Mallarangeng, tersangka kasus Hambalang. “Kalau memenuhi panggilan penyidik pasti kami tahan,” kata Abraham usai menjadi keynote speaker pada Dialog Publik Korupsi yang digelar Komite Pemantau Legislatif Indonesia di Makassar, Selasa, 8 Oktober 2013. (Tempo, 8 Okt)

Akhirnya, tibalah hari Jumat (11 Oktober) pukul 10.00 WIB Andi datang ke KPK untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Hambalang. Dengan mengenakan batik biru, andi berjalan dengan tegap dan percaya diri memasuki gedung KPK. 7 (Tujuh) jam lamanya Andi berada di dalam gedung. Namun apa yang terjadi, janji Abraham tidak terbukti. Andi tidak jadi ditahan dan lolos dari jumat keramat tersebut.

Sebelum memasuki gedung KPK, Andi berkata “Koper sudah saya siapkan, ada tuh di dalam mobil”. Ada apa gerangan yang ada di dalam koper misterius tersebut. Penulis mencoba bertanya melalui lewat SMS kepada Andi, namun karena belum memiliki nomor HP beliau. Penulis mengurungkan cara tersebut. Ternyata oh ternyata, penelusuran penulis berhasil dengan cara lain sehingga bisa mengetahui isi koper tersebut. Koper itu berisi tumpukan buku – buku kesayangannya yang sudah disiapkan sebelum hari kamis (10 Okt) kemarin. “Saya sudah menyiapkan ‘teman’ untuk mengusir kebosanan jika memang penyidik benar-benar menahan saya” tutur Andi.

Aneh bukan?, untuk memenuhi penahanannya, Pria keren berkumis ini malah mempersiapkan setumpuk buku kesayangannya untuk dibaca didalam tahanan nantinya. Lantas apa hubungan penahanan dengan buku ?

Menurut informasi dari Jawa Pos, Andi sudah pasrah dengan penahanan itu. Dia bahkan sudah menyiapkan “teman” untuk mengusir kebosanan saat ditahan. Siapakah “teman” misterius itu? Menurut Harry Ponto, Kuasa hukum Andi, Kliennya sudah siap. Salah satunya dengan menyiapkan setumpuk buku kesayangannya untuk dibawa dan dibaca di tahanan. Ternyata Andi yang memiliki hobby olahraga dan sepak bola ini sengaja memilih buku sebagai “teman” karena selama ini dia gemar membaca. (JawaPos 10 Okt)

Apakah ini sebuah keajaiban Andi berkat buku-buku yang dibawanya ke gedung KPK? Mungkin akhir pekan ini adalah keajaiban bagi seorang Andi seperti keajaiban yang dialami punggawa Garuda Jaya (Indonesia U-19) yang berhasil menekuk juara bertahan sekaligus juara 12 kali Piala Asia (AFC) U-19 (Korea Selatan) dengan skor 3-2. Ajaib bin ajaib.

Buku di Penjara

Namun apabila Andi benar-benar ditahan, Andi mungkin menjadi tersangka dugaan kasus korupsi pertama yang lebih memilih mempersiapkan buku dari pada nyogok sana nyogok sini. Penulis buka ingin Andi masuk penjara beneran dan buka membela Andi maupun memojokkannya dengan kata sogokan diatas. Alangkah baiknya kita cermati tuturan Andi yang mengadung nilai bahwa “buku itu bisa menjadi teman siapa saja dalam situasi, status dan kondisi apapun”. Termasuk di dalam penjara pun.

Penjara itu sendiri memiliki pengertian yaitu tempat dimana orang-orang dikurung dan dibatasi berbagai macam kebebasan. Saatnya bikin beda bagi para tahanan. Selayaknya masyarakat lainnya yang memiliki kebebasan seperti kebebasan mendapatkan “teman” baru yang mampu mendidik para tahanan menjadi masyarakat yang berkepribadian lebih baik pasca keluar dari Lapas. Karena para tahanan itu bukan dikarena kepribadiannya yang tidak baik sehingga masuk penjara, namun dikarenakan kelakuannya. Maka dari itu, penulis menghimbau kepada pemerintah wajib melakukan pembinaan dengan menyediakan bahan bacaan di Lapas untuk mendukung pembinaan kepribadian tersebut.

Kesempatan mendapatkan pendidikan dan menikmati pelayanan umum seperti membaca buku dirasa sangat tidak seimbang bagi para tahanan. Padahal mereka seharusnya mendapatkan kesempatan yang sama untuk memanfaatkan fasilitas membaca layaknya perpustakaan. Apakah HAK mereka terampas oleh jeruji besi yang mengurungnya?

Penulis kira TIDAK, ada banyak contoh Lapas yang telah memberikan HAK mereka dengan menyediakan perpustakaan untuk dimanfaatkan para tahanan memperbaiki kepribadiannya.

Pertama, Penjara Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Surabaya di Sidoarjo, misalnya. Penjara ini memiliki perpustakaan yang bisa dimanfaat para tahanan untuk membaca buku.

Menyeberang ke pulau Kalimantan, Penjara Polres Bontang memiliki perpustakaan khusus untuk para tahanan. Tujuan diadakan perpustakaan supaya tahanan yang menjalani proses hokum dalam sel tetap bisa mengasah otaknya dan menambah wawasan dengan membaca buku-buku yang disiapkan perpustakaan. “Sudah selayaknya para tahanan mendapatkan perhatian dan pembinaan melalui membaca buku. Bukan hanya dilengkapi keterampilan, tetapi wawasan tahanan itu juga harus terus ditambah, jelas Wakapolres Bontang Kompol I Nyoman Mertha Dana. (Sapos.com, mei 2013).

Sementara itu Pemerintah Kamboja sebagai sama-sama anggota ASEAN dengan
Indonesia memberi contoh bahwa akan diadakan perpustakaan disetiap penjara. Perpustakaan ini dibangun untuk memberikan pendidikan kepada para tahanan. Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengatakan, 26 penjara di Kamboja akan memiliki perpustakaan. “Meski mereka tahanan, mereka juga berkesempatan untuk tetap belajar dan membaca,” seperti dilansir situs asiacalling.kbrh68.com, Sabtu (13/10). Kedapannya, buku akan menjadi “teman” bagi para tahanan karena akan dibuatkan program tahanan suka membaca dan meminjam buku. (merdeka.com, 14 okt 2012)

Kepada mahasiswa perpustakaan, inilah kesempatan bagi Anda dan penulis untuk membuka wawasan dunia kepustakawanan lebih luas lagi, perpustakaan bukan hanya perpustakaan Umum, Khusus, Perguruan Tinggi, Sekolah dan Nasional. Mari kita gali lagi dari kelima perpustakaan tersebut, seperti perpustakaan khusus ternyata memiliki banyak perpustakaan yang bisa di GARAP.

“Apa yang ada dimimpimu, lakukanlah segera!”

Salam, Dicki, Creative Librarian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s