Makna Literasi: Berfikir Kritis

Makna Literasi: Berfikir Kritis.

Saya pernah mencari kata “literasi” di KBBI. Ternyata TIDAK ADA.

Apakah negara Indonesia tidak menerima kata “literasi”. Saya jd bingung menjelaskan definisinya. Apalagi memaknainya.

Definisi dan makna adalah berbeda.

Definisi ialah penjelasan tentang sebuah kata atau gambaran sesuatu, sedangkan makna ialah arti sesuatu bagi seseorang. (Agus Rusmana, xii).

Apabila hendak memaknai “literasi”, makna akan muncul dari seseorang yg pernah atau selalu bersentuhan dan berinteraksi dengan “literasi”.

Paulo Freire ( 1972), mengungkapkan bahwa literasi adalah suatu keterampilan komplek yg melekat pada diri seseorang, nantinya menjadi bagian pengambilan sikap dan keputusan dalam kehidupan sehari-harinya baik sosial, ekonomi dan politik.

“Literasi memungkinkan u/ melibatkan pelaku menjadi aktif dalam pembelajaran melalui metode membaca (membaca bahan bacaan & membaca dunia) sehingga bisa diprakktekan dalam kesehariannya”, lanjut Paulo.

Menurut Sofie dalam artikel, metode Paulo perlu diterapkan, lalu mereformasi metode membaca yang dipraktekkan di sekolah. Maka kurikulum berbasis literasi perlu melibatkan lebih banyak sastra dan buku cerita anak-anak dalam mempromosikan membaca.

Yak! Membaca itu perlu. Apalagi UU Perpustakaan no 43 thn 2007 yg secara khusus membuat BAB tersendiri tentang gemar membaca.

Sayang, ada yg terlewatkan, menurut Blasius (hlm 82) mengatakan “….sebelum membaca, hendaknya masyarakat diajak terlebih dahulu untuk membiasakan berfikir kritis.”

Dengan banyak berfikir kritis terutama kepada bahan bacaan dan dunia apalagi kepada bahan bacaan dukungan seperti surat kabar dan koleksi di perpustakaan, yang akan menjadikan dua dari beberapa Indikator Kebiasaan Negara Berliterasi ini semakin baik (Sofie, artikel).

Mari, berpikir kritis kepada bahan bacaan Anda (Sofie, artikel) dan juga berpikir kritis menyelesaikan masalah di masyarakat setempat (Blasius, hlm 83). Untuk kebaikan kehidupan Anda dan negara ini, kelak.

Telah membaca:

1. Sudarsono, Blasius. 2012. Perpustakaan untuk Rakyat. Jakarta: Sagung Seto.

2. http://www.thejakartapost.com/news/2016/05/02/national-education-dismantling-literacy-myth.html

Foto oleh Nada, di Perpustakaan UI Depok

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s