Daerah Tangguh Menghadapi Bencana Sesuai Petunjuk UNISDR

dicki-agus-nugroho-artikel-bencana-alam

“Dihadapkan bencana alam, kita praktis tidak berdaya.
Kita adalah manusia.Makhluk kecil tak berdaya dari kuasa-Nya.”

 

Data United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR), lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak dalam pengurangan risiko bencana, Indonesia termasuk peringkat teratas terhadap risiko jumlah penduduk yang mungkin kehilangan nyawa karena bencana. Dalam negeri, data statistik sejak tahun 1815 sampai sekarang diungkapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menunjukkan penyebabnya adalah bencana banjir dan tanah longsor yang mendominasi sejumlah bencana di bumi pertiwi.

 

Menuju penghujung tahun 2016, telah terjadi cuaca ekstrim yang juga berpotensi meningkatkan frekuensi terjadinya bencana hidrometeorologi.Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencontohkan bencana yang dimaksud adalah banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan sambaran petir.

 

Memasuki Oktober2016. Musim hujan hanyalah permulaan.Namun, bencana sudah terjadi di banyak daerah.Provinsi Jawa Tengah paling banyak kejadian bencana sejumlah 456 kejadian.Menjadi yang terbanyak se Indonesia tahun ini sejumlah dari 1.853 kejadian.Beberapa diantaranya terjadi di Kabupaten Magelang.

 

Hujan yang terjadi hampir setiap hari, mengakibatkan longsor di Kabupaten Magelang.Longsor telah terjadi di Dusun Kalipucung Kulon Kecamatan Salaman dan Dusun Pringapus Kecamatan Grabag yang mengakibatkan kerusakan beberapa tempat tinggal warga.Selain longsor, terjadi retakan tanah sepanjang 30 meter di Dusun Grogol Kecamatan Dukun.Longsor parah terjadi di Dusun Plembangan Kecamatan Bandongan pada awal Oktober.Akibatnya, jalur penghubung antara Kecamatan Mertoyudan dan Kecamatan Bandongan tertutup.Akses lumpuh total.Walau ratusan relawan dan TNI Polri melakukan evakuasi longsor.Pengguna jalan harus berputar sejauh puluhan kilometer dan terjadi kerugian enonomi.

 

Bencana di daerah lereng gunung Merapi tidak kalah parah. Di sana terjadi longsor yangmengakibatkan pipa saluran air milik PDAM terputus. Suplai air bagi ribuan warga pun terhenti.Terputusnya pasokan air diakui mengganggu aktivitas dan perekonomian bagi 9.000 warga.Hujan yang deras juga membuat Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) ditutup untuk wisata.Terjadi longsor dan aliran sungai dekat pintu masuk berwarna cokelat bertanda terjadi abrasi yang serius.Tanah yang labil membuat beberapa batu terlihat mudah longsor membahayakan pengunjung.Padahal TNGM mampu mendatangkan pendapatan negara dan tujuan rekreasi bagi warga.

 

Selain longsor, hujan awal tahun 2016bulan Maret lalu, mengakibatkan banjir bandang.Tepatnya di Dusun Sanden dan Dusun Gratan Kecamatan Sawangan.Tercatat 1 orang meninggal dunia dan 3 orang mengalami luka ringan dan trauma. Kejadian bencana tersebut mengakibatkan akses jalan tembus Magelang menuju dan dari Boyolali tertutup lumpur, dan 1 jembatan penghubung Dusun Gratan dengan Dusun Citran, rusak parah.

 

Bencana-bencana yang sudah terjadi ini dinilai hanya permulaan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan curah hujan diperkirakan akan meninggi hingga puncaknya Januari tahun ini. Hal tersebut perlu diwaspadai pemerintah maupun masyarakat.Sehingga bisa antisipasi dalam tiga bulan kedepan.

 

Satu hal yang perlu kita catat.Meskipun kedatangan bencana itu sudah diperkirakan, dampak bagi masyarakat begitu besar.Memang korban jiwa tidak banyak, tetapi tetap ada.Meskipun sedikit, nyawa tetaplah nyawa, tidak bisa digantikan.Hal itu terjadi karena kurangnya persiapan yang dilakukan pemerintah.Di sinilah arti pentingnya mitigasi.

 

Mitigasi adalah rangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

 

Hal tersebut menjadi catatan penting bagi kita yang hidup di wilayah cincin api, di wilayah rentan dilanda bencana alam, seperti yang telah terjadi. Pemerintah dan masyarakat perlu memahami akan pentingnya menjaga lingkungan dan harus siap hidup di negeri yang rawan bencana.

 

Kondisi geografis Kabupaten Magelang yang berbukit, bertebing dan dikelilingi lima gunung. Membuat Kabupaten Magelang memiliki pekerjaan rumah yang serius.Bencana yang datang membawa dampak negatif besar pada segi ekonomi, keselamatan dan kelestarian alam.Oleh karena itu, diakui perlu adanya upaya dari pemerintah menjadi kabupaten tangguh menghadapi bencana.

 

 

 

10 Kiat Menuju Daerah Tangguh Menghadapi Bencana

Ibnu Rusydy, seorang pakar Ilmu Kebumian menjelaskan bahwa lembaga PBB yang bergerak dalam pengurangan risiko bencana, United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR), telah mengeluarkan buku panduan berjudul “How to Make Cities More Reselient”. Upaya ini dalam rangka kampanye global pengurangan risiko bencana untuk semua Negara di dunia. Buku panduan yang telah disepakati berbagai negara tersebut menjelaskan 10 kiat untuk menuju kota atau kabupaten tangguh dalam menghadapi bencana.

 

Mengajak dan meyakinkan Pemimpin Pemerintah Daerah untuk melakukan mitigasi antisipatif tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Alhasil baru tiga kota atau kabupaten saja di Indonesia yang baru mendaftarkan diri ke UNISDR untuk siap menjadi Kota Tangguh Menghadapi Bencana. Padahal Indonesia merupakan negara nomor urut kedua dengan jumlah korban bencana alam terbesar dalam dua dedade terakhir.Total 182.000 jiwa melayang tercatat oleh PBB.

 

UNISDR mengeluarkan 10 kiat menjadi kota tangguh menghadapi bencana bukanlah tanpa manfaat kepada Pemerintah Daerah. Setidaknya ada 5 (lima) manfaat yang berdampak secara langsung maupun jangka panjang telah dipaparkan secara rinci.

 

Singkatnya, pertama, manfaat tersebut adalah terciptanya kebijakan pemerintah yang memperkuat legitimasi dan kepercayaan di lingkup daerah, nasional maupun internasional.Kedua, adanya keuntungan sosial dan budaya melalui terjaganya angka kematian dan utuhnya situs bersejarah.Ketiga, terjadinya pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan karena semakin banyak infrastruktur dan investasi oleh investor.Keempat, terciptanya ekosistem yang berkelanjutan dan hidup nyaman karena alam yang terjaga dan meningkatnya tingkat kesehatan & pendidikan masyarakat.Dankelima, tercipta saling terkoneksi kota atau kabupaten di tingkat nasional dan internasional.

 

Berikut 10 kiat menuju kota tangguh dalam menghadapi bencana sesuai dengan buku panduan tersebut.

 

Pertama, Menyusun kebijakan yang tepat dan menciptakan organisasi kelembagaan dengan kerangka kerja yang jelas oleh pemerintah daerah. Kebijakan dan lembaga tersebut memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan pemerintah nasional, daerah atau kota, akademisi & peneliti, pengusaha, Lembaga Swadaya Masyarakat, relawan, dan organisasi masyarakat.

 

Langkah yang dilakukan pada kiat pertama ini adalah menetapkan lembaga yaitu Badan Penanggulangan Bencana di tingkat kota atau kabupaten. Lembaga tersebut melibatkan berbagai pihak untuk membagi peran dan tanggung jawab yang terencana. Perencanaan kota tangguh menghadapi bencana untuk pengurangan risiko bencana ini dimulai dari peraturan pemerintah tentang tata kelola kota, lingkungan, dan bangunan. Selain itu, perlunya menghasilkan Prosedur Standar Operasional dan Skenario Tanggap Darurat bagi unit pelayanan darurat seperti Pemadam Kebakaran, Rumah Sakit, Polisi, Lembaga Swadaya Masyarakat, Kominfo, TNI dan lembaga terkait lain yang bisa bergerak cepat saat darurat dan pemulihan pasca bencana.

 

Kedua, Membuat kebijakan pendapatan dan belanja anggaran daerah dalam upaya pengurangan risiko bencana. Anggaran dapat berasal dari nasional, kemitraan lokal, perusahaan, kerjasama antar kota, masyarakat sipil dan organisasi lain. Kebijakan anggaran tidak hanya sekedar mengelola pengeluaran dana melainkan berinvestasi. Invenstasi bisa berupa meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat, ekosistem alam dan infrastruktur kota seperti kualitas bangunan sekolah, rumah sakit, saluran air, drainase dan pengelolaan limbah serta aset penting seperti gudang obat dan perpustakaan.

 

Kebijakan anggaran ini sampai menyentuh analisis dan identifikasi ekonomi pra & pasca bencana yaitu dengan merencanakan kota yang sensitif risiko. Identifikasi dilakukan pada program investasi dan pada daerah rawan bencana. Sehingga akan memiliki informasi yang cukup untuk kesiapsiagaan dan merespon bencana. Hasil identifikasi bisa berupa data yang berguna untuk kebutuhan pemulihan kawasan yang terkena bencana sebelum bencana itu terjadi.

 

Ketiga, Merumuskan dan memperbaharui data analisis risiko bencana dalam upaya pengkajian risiko bencana.Kiat ini berguna untuk pemetaan bahaya, kerentaan dan risiko sehingga menjadi dasar pengambilan keputusan perencanaan pembangunan tata kota. Proses pengumpulan data melibatkan para ahli baik tingkat daerah dan nasional bahkan internasional. Hasil analisis data disebarluaskan untuk umum secara online gunamenyadarkan masyarakatbahwa ada ancaman yang akan mereka hadapi.

 

Data yang harus diperoleh berupa data perkiraan kerugian pasca bencana dengan mengacu pada bencana yang pernah terjadi sebelumnya.Selain itu, mendata pemetaan risiko bahaya baik peristiwa alam dan kesalahan manusia seperti sektor pembangunsn, infrastruktur, proyek yang sedang berlangsung. Data yang terbaharukan dan terpercaya akan mendatangkan investor untuk melakukan pembangunan ekonomi daerah.

 

Keempat, Melakukan investasi perlindungan, peningkatan dan ketangguhan infrastruktur.Tidak semua bencana ditakdirkan penyebab kehilangan jiwa.Melainkan bangunan yang runtuh adalah penyebab terbesar kematian saat bencana.Investasi pada infrakstruktur termasuk perencanaan jangka panjang sampai puluhan tahun yang lebih tahan dari bencana. Infrastruktur komunikasi & transportasi yang baik pasca bencana akan mempermudah distribusi pemulihan kondisi pasca bencana. Sehingga kerugian diperkirakan jauh lebih kecil dibanding tanpa investasi pada infrastruktur.

 

Program investasi infrastruktur seperti membuat drainase yang terbaik untuk menghindari banjir dengan perhitungan oleh ahli dengan mempertimbangkan perubahan iklim. Investasi lain fokus pada sistem pembuangan limbah dan pengendaliannya, sehingga akan meminimalkan dampak dari banjir. Pemerintah daerah juga bisa membuat kolam retensi banjir dan stabilisasi lereng serta pengendalian erosi, pengendalian waduk, pengendalian pesisir pantai untuk mencegah longsor dan abrasi. Infrakstruktur bangunan yang tahan gempa tidak kalah pentingnya bagi Indonesia yang berada pada daerah cincin api. PBB sendiri mewanti-wanti untuk melindungi bangunan bersejarah dan warisan budaya karena akan menjadi sektor perputaran ekonomi yang tiada habisnya.

 

Kelima, Melindungi fasilitas vital yaitu Sekolah dan Rumah Sakit.Sebuah nasehat mengatakan perubahan dunia dimulai dari anak-anak terdidik di Sekolah. Tak ayal sekolah menjadi satu dari dua fasilitas penting dalam perencanaan kota tangguh menghadapi bencana. Rutinitas sekolah pun harus dikembalikan sesegera mungkin pasca terjadi bencana untuk menghindari dampak sosial dan psikologis bagi anak-anak.

 

Sama pentingnya, rumah sakit menjadi prioritas utama dalam perencanaan dengan standar ketahanan yang tinggi dengan akses transportasi dan pasokan air yang baik pasca bencana.Tidak adanya atau robohnya rumah sakit pasca bencana menjadi masalah besar bagi daerah yang terkena dampak bencana.Pasalnya, rumah sakit melaksanakan fungsi penting sebelum, selama dan setelah bencana dalam upaya mengakomodasi dan mengobati korban.

 

Keenam, Merencanakan peraturan bangunan dan regulasi penggunaan tanah. Pemerintah daerah akan memiliki infrakstruktur lebih aman ketika adanya standar peraturan bangunan dan tanah. Peraturan ini berupa penetapan pemberian kode atau simbol (Building Code).Kode diberikan di setiap bangunan dan lokasi dengan kategori tingkat keamanan dan kerentaan bencana.Analisis pemberian kode berdasarkan kajian penelitian.Kode disosialisasikan dengan pemasangan pada bangunan, bagian bangunan dan area tanah di pemerintah daerah tersebut.

 

Kode ini membantu kesadaran masyarakat untuk ikut andil memperbaiki sebelum bencana terjadi atau meminimalkan risiko bencana baik kematian atau kehilangan harta benda. Peraturan ini akan memberikan pengetahuan bagi masyarakat sehingga pemerintah daerah akan terbantu mendapatkan laporan praktek pembangunan bangunan dan penggunaan tanah yang tidak aman.

 

Ketujuh, Merencanakan dan melaksanakan pelatihan, pendidikan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Masyarakat perlu terlibat dalam mewujudkan kota atau daerah tangguh menghadapi bencana. Masyarakat yang mengetahui bahaya dan risiko akan menjadi lebih siap menghadapi dan mengatasi bencana. Metode yang dilakukan adalah dengan program penyadaran, dan program pelatihan tanggap bencana, serta program pendidikan di sekolah formal dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi.

 

Program-program melibatkan lembaga penanggulangan bencana, Palang Merah, Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat, ahli profesional, dan organisasi lain yang terkait. Program pelatihan diberikan kepada masyarakat yang diagendakan secara berkala.Sedangkan program pendidikan diberikan melalui integrasi dengan kurikulum pada pendidikan formal. Terakhir, program penyadaran dilakukan dengan cara mencanangkan hari peringatan bencana oleh pemerintah daerah, membangun monumen bencana, tugu, museum, pameran, dan berpartisipasi kreatif dalam perayaan 13 Oktober sebagai Hari Internasional untuk Pengurangan Bencana.

 

Kedelapan, Melakukan perlindungan lingkungan dan penguatan ekosistem.Dengan menjaga keseimbangan antara tindakan manusia dan ekosistem merupakan strategi yang sangat baik untuk mengurangi risiko dan memberikan kontribusi untuk ketahanan dan keberlanjutan. Ekosistem alam yang baik akan melindungi kota dari bahaya alam. Ekosistem tersebut berupa tersedianya persediaan air, sumber makanan dan sumber daya alam lain untuk kehidupan pra dan pasca bencana. Sehingga pemerintah daerah perlu membuat kebijakan pengelolaan ekosistem dan lingkungan.

 

Kebijakan pemerintah berupa gerakan bersama untuk mengurangi pemanasan global dan perubahan iklim, mengurangi emisi gas rumah kaca dan mewujudkan program Green Ekonomi. Green Ekonomi adalah suatau gagasan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan.

 

Kesembilan, Menciptakan kesiapsiagaan yang efektif, membuat peringatan dini, dan menyiapkan diri merespon bencana.Langkah meningkatkan kesiapsiagaan dimulai dengan menerapkan kebijakan dan menerapkan tindakan yang tepat dari pihak terkait.Apabila program skenario tanggap bencana telah diterapkan oleh berbagai pihak, perlu adanya pemasangan peralatan peringatan dini untuk kesiapsiagaan yang efektif.Selanjutnya menguji alat peringatan dini dan jalur evakuasi yang jelas.

 

Kesiapsiagaan memerlukan peralatan terbaharukan dan teknik penanganan baru untuk menangani situasi darurat.Maka perlu diciptakan latihansimulasi untuk menguji kemampuan tanggap bencana.

 

Pasca berakhirnya bencana, kiat terakhir yaitu kesepuluh, Pemulihan dan pembangunan kembali kondisi masyarakat.Setelah bencana apapun, perlu memastikan kebutuhan korban bencana seperti pemulihan kondisi psikologis, fisik, dan ekonomi.Kesulitan pemulihan pasca bencana menjadi hal wajar. Namun pemerintah bisa memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan dengan cara melakukan rekonstruksi, sehingga pemerintah daerah bisa meramalkan kebutuhan, memebentuk sistem mekanisme penanganan dan sumber daya sebelum bencana terjadi.

 

Pemulihan menjadi bagian dari rencana dan kebijakan pengurangan bencana yang dibuat pemerintah.Program pemulihan memusatkan perhatian kepada kebutuhan korban.Kegiatan pemulihan berupa membersihkan puing-puing, pembangunan rumah sementara dan permanen, perbaikan fasilitas umum dan transportasi, mengutamakan pembangunan sekolah dan rumah sakit.Dan tidak ketinggalan pula, memastikan program pemulihan situasi ekonomi pasca bencana.Pemulihan bukan sekedar membangun ulang.Paradigma ini harus dirubah, pemulihan adalah kesempatan untuk membangun tata kelola yang lebih baik supaya tangguh terhadap bencana.

 

Demikian ke-sepuluh kiat untuk menuju kota atau kabupaten tangguh dalam menghadapi bencana. Untuk itu marilah kita memahami dan melakukan mitigasi bencana alam di negeri ini, dalam rangka membangun kewaspadaan dan kesiapsiagaan meminimalkan efek buruk bencana.Banda Aceh, Jakarta dan Makassar sudah mendaftarkan diri sebagai kota tangguh dalam menghadapi bencana. Sudah saatnya Magelang menasbihkan diri sebagai kota keempat dari Indonesia sebagai wilayah Tangguh Menghadapi Bencana.(Dicki Agus Nugroho, Pustakawan Untidar)

 

 

Daftar Pustaka

Magelang.Perda 5:2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kab Magelang 2010-2030.

Jawa Pos. Selasa, 11 Oktober 2016. Indonesia Siaga bencana.Hlm 1.

Jawa Pos. Selasa, 11 Oktober 2016. Menantang Bencana Karena Pelanggaran Tata Ruang. Hlm 1.

Kedaulatan Rakyat. Kamis 13 Oktober 2016. Lereng Gunung Merapi Longsor. Suplai Air Ribuan Warga Terganggu.Hlm 1.

Kedaulatan Rakyat. Selasa, 11 Oktober 2016. Sejumlah Lokasi Dilanda Longsor. Hlm 18.

Kompas.Senin 31 Oktober 2016.Gempa Hancurkan Reruntuhan Kota Tua.Hlm 1.

Kompas. Kamis, 27 Oktober 2016. Energi Terbaharukan Jadi Upaya Mitigasi. Hlm 14

Kompas. Senin, 24 Oktober 2016. Indonesia Butuh Asuransi Bencana Alam.Hlm 14.

Kompas. Sabtu, 22 Oktober 2016. Mitigasi Dampak dari Laut Belum Tergarap.Hlm 14.

Kompas, Jumat, 14 Oktober 2016. Haiti Terbesar, Indonesia Kedua.Hlm 9.

Kompas. Jumat, 14 Oktober 2016. Kesepakatan Paris Tahun ini, Indonesia Diharapkan Meratifikasi Sebelum Akhir Oktober.Hlm 14.

Kompas. Selasa, 11 Oktober 2016. Bencana Alam di Haiti dan Kita.Hlm 6.

Radar Semarang. Selasa, 11 Oktober 2016. Longsor Putus Jalan Antar Kecamatan. Hlm.

Radar Semarang. Selasa, 11 Oktober 2016. Hujan dan Petir Masih Mengancam.Hlm.

Suara Merdeka. Senin, 31 Oktober 2016. Indonesia Diterjang 1.853 bencana.Hlm 2.

Suara merdeka. Selasa, 11 Oktober 2016. Pemilik Nekat Bangun Rumah. Tak Mau Pindah dari Lokasi Longsor.Hlm 17.

Suara Merdeka. Senin, 3 Oktober 2016. Ada Dana Cadangan Untuk Penanganan Bencana.Hlm 28.

Undang-Undang 18:2008 Tentang Pengelolaan Sampah.

Undang-Undang 24:2007 tentang Penanggulangan Bencana.

UNISDR. 2012. How to Make Cities More Resilient A Handbook for Local Government Leaders. Geneva.

http://manajemenpertanahan.blogspot.co.id/2015/01/penataan-ruang-berbasis-bencana_6.html

http://jogja.tribunnews.com/2015/02/22/wow-sampah-di-kabupaten-magelang-capai-360-ton-perhari

http://www.jpnn.com/read/2016/09/17/467976/Begini-Cara-KemenPU-Mendukung-Percepatan-Pembangunan-Pariwisata-

https://keluarga.com/923/pertumbuhan/menjaga-kehijauan-alam-dengan-10-cara-mudah

http://www.ibnurusydy.com/10-kiat-menuju-kota-yang-tangguh-menghadapi-bencana/

http://www.ibnurusydy.com/sudahkan-kita-menjalankan-hyogo-framework-for-action/

http://www.bnpb.go.id/pengetahuan-bencana/potensi-ancaman-bencana

http://www.bmkg.go.id/bmkg_pusat/Lain_Lain/Artikel/Tanpa_Mitigasi_Bencana_Indonesia_2014_Masih_Menangis.bmkg

http://www.koran.padek.co/read/detail/15883

https://totallybela.wordpress.com/2014/06/05/dimana-kami-harus-membuang-sampah-ironi-masalah-sampah-di-pedesaan/

http://jogja.tribunnews.com/2015/02/22/wow-sampah-di-kabupaten-magelang-capai-360-ton-perhari

http://duniamu.id/2016/03/10/atasi-masalah-sampah-pemdes-banyudono-magelang-bikin-tps-mandiri/

http://www.kabarmagelang.com/2015/06/kabupaten-magelang-darurat-sampah.html

http://sorotmagelang.com/berita-magelang-134-duh-sampah-masih-jadi-masalah-di-magelang.html

http://jogja.tribunnews.com/2016/03/10/atasi-masalah-sampah-pemdes-banyudono-magelang-bikin-tps-mandiri

http://setda.magelangkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=42:kepedulian-terhadap-sampah-mulai-luntur&catid=291:bagian-humas

http://www2.jawapos.com/baca/artikel/15587/kampung-organik-inovasi-wali-kota-magelang-sigit-widyonindito

http://regional.kompas.com/read/2015/05/18/16483311/.Magelang.Sudah.Masuk.Darurat.Sampah.

http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/tpa-pasuruhan-akan-ditutup/

http://berita.suaramerdeka.com/tpa-regional-digarap-secara-hati-hati/

http://www.magelangkota.go.id/read/page/siaran-pers/2016/07/19/162922/kota-magelang-raih-adipura-kirana-2016

http://m.jpnn.com/read/2016/02/26/359617/Demi-Adipura,-Pemkab-Pindahkan-Lokasi-TPA-

http://sorotmagelang.com/berita-magelang-51-sampah-di-magelang-berstatus-gawat.html

http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/02/solusi-darurat-sampah-di-magelang

http://www.academia.edu/26271029/Laporan_Kegiatan_Fieldtrip_Pengelolaan_Sampah_Di_TPA_Banyuurip_Magelang

http://ejournal.undip.ac.id/index.php/teknik/article/view/2077

http://203.130.238.225:46247/public/document/penelitian/1770-laporan-akhir-legok-makmur.pdf

http://pplp-dinciptakaru.jatengprov.go.id/?idmenu=65

http://eprints.undip.ac.id/4334/1/rachmadiansyahTA.pdf

http://deazsatya.blogspot.co.id/2013/12/menggali-potensi-kabupaten-magelang.html

http://www.magelangkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1008:borobudur-belum-memberikan-kontribusi-bagi-pad&catid=204:berita-kebudayaan

http://jogja.tribunnews.com/2015/10/27/kunjungan-wisata-di-magelang-tinggi-pendapatan-daerah-rendah

http://eprints.uny.ac.id/17722/

https://www.merdeka.com/peristiwa/pendapatan-candi-borobudur-melejit-warga-sekitar-masih-sengsara.html

http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/01/indonesia-darurat-sampah

http://properti.kompas.com/read/2016/01/27/121624921/Indonesia.Darurat.Sampah.

http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/02/10-alasan-mengapa-kita-harus-lakukan-reduce-recycle-reuse

http://blog.unnes.ac.id/atikaisma/2016/02/25/cara-melestarikan-lingkungan-hidup-bagi-pelajar-di-sekolah/

http://sda-khn.blogspot.co.id/2015/04/10-cara-menjaga-lingkungan-alam.html

http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/02/hal-hal-seputar-kantong-plastik-yang-harus-anda-ketahui

http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/02/lebih-dari-setengah-penyu-di-dunia-telah-menelan-plastik

http://www.jpnn.com/read/2016/09/17/467976/Begini-Cara-KemenPU-Mendukung-Percepatan-Pembangunan-Pariwisata-

http://thetanjungpuratimes.com/2016/09/10/membangun-wisata-alternatif-di-borobudur/

http://blh.magelangkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=97:visi-misi&catid=275:artikel-berita

http://blh.magelangkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=138:upt-laboratorium-lingkungan-blh-kabmagelang-meraih-sertifikat-akreditasi-sni-isoiec-17025-2008&catid=275:artikel-berita

http://blh.magelangkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=135:pameran-bank-sampah&catid=275:artikel-berita

 

BIOGRAFI SINGKAT PENULIS:

 

Pemilik akun instagram: Pustakawan Dicki Agus Nugroho adalah pembelajar melalui menulis. Laki-laki kelahiran Sukoharjo 5 Agustus 1991 ini merangkum capaian diri di blog ula3.wordpress.co.id.Tercatat sebagai Alumni S1 Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro di Semarang pada 2009-2013.Sukses menyelesaikan amanah sebagai Ketua Umum organisasi nasional HMPII (Himpunan Mahasiswa Perpustakaan dan Informasi se-Indonesia) pada 2011 – 2013.Berhasil aktif menghasilkan berbagai karya sebagai konsultan perpustakaan di YPPI (Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia) pada 2013 – 2016.Sekarang berkarir sebagai Pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Tidar di Magelang, Jawa Tengah. HP  = 085725104352, dicki@untidar.ac.id, dickiuntidar@gmail.com

DIMUAT DI Majalah Suara Gemilang Kabupaten Magelang Jawa Tengah Vol 20 No 1 Januari 2017.

Download pdf –>> klik di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s