3 Langkah Perpustakaan Eksis: Pengalaman Pribadi Aksi Perpustakaan

Pendahuluan

“….Aksi Perpustakaan itu harus sexy dan mampu mencerahkan….”

 

Tulisan ini tayang berkat pengalaman penulis saat bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat di bidang perpustakaan. Penulis lebih senang menyebutnya lembaga konsultan perpustakaan bernama YPPI (Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia). Tercatat, 30 kegiatan terselenggara, dan ratusan kali dimuat media cetak, media televisi, media daring, baik nasional maupun internasional. Partisipasi lembaga ini telah mencakup lingkup yang lebih luas. Salah satunya adalah Aksi Perpustakaan. (Alamat YPPI Surabaya (tutup), Alamat YPPI Jakarta (kantor baru), Laman YPPI lama, Laman YPPI baru).

yppi jawa pos JPNN

Masuk Kolom Feature Koran JawaPos dan JawaPos Daring 23 Mei 2014

Program Aksi Perpustakaan adalah sebuah program yang dikembangkan untuk mendekatkan literasi kepada masyarakat. Literasi berarti luas, bukan sekedar keberaksaraan, membaca, mendapatkan informasi, menulis, memahami, mencerdaskan dan menyampaikan informasi, namun lebih luas lagi yang mencakup kemampuan pada bidang tertentu. Sebagaimana yang disebutkan dalam American Library Association, literasi merupakan sebagai sebuah kemampuan untuk mengenali informasi yang dibutuhkan dan meletakkan, mengevaluasi, serta menggunakan informasi secara efektif.

Aksi Perpustakaan dimaknai sebagai Kampanye Literasi, aksi happening art dan juga Aksi Car Free Day. Hal ini pada dasarnya, bergantung pada setiap konsep kegiatan yang dilaksanakan pada setiap lembaga.

Aksi Perpustakaan ini membutuhkan wadah seperti, komunitas atau lembaga atau organisasi sebagai penyelenggara untuk menampung ide-ide kegiatan yang akan diselenggarakan dan sekaligus menyelenggarakannya.

Aksi Perpustakaan kali ini bertujuan mendekatkan akses buku, informasi dan wawasan.
Fokus utama dan tolak ukur pertama adalah termuatnya dalam berbagai media cetak, online (daring), radio, TV dan sebagainya. Melalui media, maka pesan dari kegiatan aksi perpustakaan akan lebih mudah tersampaikan secara efektif dan efisien. Sehingga harapan terselenggaranya Aksi Perpustakaan yakni mampu mencerahkan semua kalangan.

“….Isu terbaru adalah daya tarik magnet paling kuat.”

Kegiatan unik, lucu, terbaru, meriah, dan memiliki visual (properti) yang menarik akan mendekatkan pada tujuan penyelenggaraan Aksi Perpustakaan . Kegiatan ini harus mengandung unsur edukasi atau literasi yang disampaikan kepada pelaku. Setiap kegiatan menyesuaikan isu / berita terbaru yang menjadi tema menarik bagi media. Tanpa isu, tidak ada yang menarik untuk diliput. Ingat, Isu terbaru adalah daya tarik magnet paling kuat.

Selama ini, ide yang unik diambil dari komunitas non-perpustakaan. Karena ide yang tidak pernah terlihat, ternyata jauh lebih “sexy” untuk menarik perhatian.
Anda tertarik melakukan kegiatan Aksi Perpustakaan? Selamat menikmati dengan seksama pengalaman pribadi saya berikut.

dicki agus nugroho pustakawan Penakluk Media

Saya, saat diwawancara oleh teman wartawan. Pemencet shutter: Mas Egia

3 Langkah Aksi Perpustakaan

Perpustakaan di Indonesia apakah semakin kurang populer? Survei Unesco 2012 menunjukkan Indonesia sebagai negara dengan minat baca masyarakat paling rendah di ASEAN. Minat baca orang Indonesia hanya 1:1.000. Selain itu penelitian Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan oleh UNDP untuk melek huruf pada 2002 menempatkan Indonesia pada posisi 110 dari 173 negara. Posisi ini kemudian turun satu peringkat menjadi 111 di tahun 2009.

Tragedi kehancuran budaya baca buku di Indonesia itu patut diratapi. Realita menyedihkan itu semakin terkuak ketika kita melihat perbandingan jumlah buku yang dibaca siswa SMA di 13 negara.

Di Amerika Serikat jumlah buku yang wajib dibaca sebanyak 32 judul buku, Belanda 30 buku, Prancis 30 buku, Jepang 22 buku, Swiss 15 buku, Rusia 12 buku, Brunei 7 Buku, Singapura 6 Buku, Thailand 5 Buku, dan Indonesia 0 buku. Hal ini yang pernah disebut penyair / budayawan Taufik Ismail sebagai Tragedi Nol Buku di Indonesia.

Survei lain menemukan pada Test of International Reading Literacy Study (PIRLS), menilai prestasi siswa kelas empat dalam Literacy Reading, peringkat Indonesia di tempat ke-45 dari 48 negara peserta pada tahun 2011. Sedangkan tahun 2012 dalam Program of International Student Assessment (PISA) telah mengevaluasi keterampilan literasi siswa usia 15 tahun, Indonesia menempati rangking ke-64 dari 65 negara.

Terbaru, hasil studi deskriptif yang dilaksanakan Central Conecticut State University, AS, yang diumumkan pada Maret 2016, telah menempatkan Indonesia pada peringkat ke-60 dari 61 negara yang diteliti dalam hal literasi para warganya.

Di negara-negara yang maju budaya literasinya, popularitas perpustakaan berbanding lurus dengan minat baca sebuah bangsa. Semakin populer perpustakaan di masyarakat, minat baca masyarakatnya pun pasti tinggi, begitupula budaya literasinya.

Menilik salah satu nasehat bijak dari Albert Einstein, tokoh dunia, mengungkapkan bahwa salah satu yang wajib harus Anda ketahui adalah alamat perpustakaan. Ungkapan itu mungkin tidak berlaku bagi masyarakat beberapa daerah di Indonesia sehingga terjadi penurunan kunjungan di berbagai perpustakaaan.

Contohnya, Perpustakaan Daerah Kuningan di Jakarta pada tahun 2014 mengalami penurunan kunjungan yaitu menjadi rata-rata setiap hari tidak lebih dari 70 kunjungan saja.

Lebih tragis terjadi di Solo, jumlah kunjungan turun drastis. Dari tahun 2013 terdapat kunjungan 23.000 pengunjung menjadi hanya 3.000 kunjungan pada tahun 2014. Di tahun ini, 2015, tertanggal bulan Agustus hanya mencapai 300 kunjungan setiap bulannya, jauh dari harapan. Kota Jombang, tetangga terdekat Surabaya, juga mengalami penurunan kunjungan.

Mari menengok di luar Jawa, Perpustakaan Daerah Mataram misalnya, setiap hari hanya ada 21 kunjungan saja pada akhir tahun 2013 dan jumlahnya semakin menurun hingga akhir 2014.

Pada April tahun lalu, semakin parah terjadi Perpustakaan Daerah Banjarmasin, pada hari biasa hanya dikunjungi maksimal 30 orang, per bulan, bukan per hari. Paling mentok 50 kunjungan adalah saat musim skripsi.

yppi AntaraNews

Kami menciptakan Tari Buku Pertama di Indonesia dan Terbanyak sejumlah 1.022 penari sehingga Tercatat MURI. 21 April 2014

Menengok realita mengejutkan diatas, tentu muncul pertanyaan. Mengapa itu terjadi? Padahal data kunjungan ke perpustakaan merupakan bagian dari peradaban budaya literasi masyarakat itu sendiri.

Menurut analisis penulis pribadi, alasan pertama adalah kurangnya kreatifitas pengelolaan perpustakaan ketika memberikan pelayanan kepada pengunjung. Kedua, kurangnya kepedulian tenaga pendidik untuk mendekatkan (membiasakan) anak didiknya kepada buku melalui perpustakaan. Ketiga, banyak remaja maupun orang dewasa lebih memilih membaca melalui gawai / gadget daripada pergi ke perpustakaan. Keempat, akses menuju perpustakaan tidak memadai atau lokasi yang tidak strategis.

Kelima, fasilitas yang mendekatkan akses buku seperti mobil perpustakaan keliling tidak memadai sesuai luas area layanan masing daerah. Keenam, kurangnya program terintegrasi antara perpustakaan daerah dengan perpustakaan desa atau Taman Bacaan Masyarakat padahal lokasinya lebih dekat dengan masyarakat. Dan terakhir, minimnya jaringan pengelola perpustakaan untuk meyelenggarakan kegiatan di Perpustakaan.
Padahal Perpustakaan sebagai pemacu dan benteng terakhir perkembangan peradaban budaya literasi masyarakatnya.

Maka perlu adanya tindakan awal menanggulangi ketujuh alasan diatas. Tindakan awal tersebut adalah mengemas informasi supaya tersampaikan kepada masyarakat yang kemudian menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjadi bagian dari masyarakat yang berbudaya literasi. Dimana masyarakat dan perpustakaan memiliki keterkaitan yang strategis. Maka disinilah peran perpustakaan dinilai sangat vital.

Penulis memiliki pengalaman dalam melaksanakan tindakan awal untuk mengemas informasi supaya mudah tersampaikan kepada masyarakat sejak Oktober 2013 sampai April 2016. Kemas ulang informasi yang telah penulis terapkan adalah melalui Aksi Perpustakaan. Aktivitas ini lebih dikenal luas dengan promosi perpustakaan. Namun dalam tulisan ini, penulis menggunakan aksi perpustakaan.

Aksi perpustakaan adalah rangkaian kegiatan yang berasal dari hasil mengemas informasi, informasi disajikan lebih menarik, menyenangkan dan mencerahkan. Bentuk penyajian berupaya menarik perhatian media massa sehingga aksi perpustakaan bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Kian efektif untuk mencerahkan pembaca (masyarakat). Melalui media massa, akan ada banyak pembaca yang mengetahui kegiatan tersebut dan ikut andil menciptakan isu baik. Sehingga sangat bangga ketika menyebut media adalah sahabat perpustakaan. Berikut penulis menjabarkan langkah-langkah melakukan aksi perpustakaan.

Aksi Perpustakaan memiliki tiga tahap penyelenggaraan yaitu persiapan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan. Tahap persiapan terdiri dari mempersiapan momentum, ide / kreatifitas, pelaku, lokasi, waktu, pelaku, press rilis, properti, materi edukasi, dan wartawan. Tahap pelaksanaan terdiri dari susunan acara. Dan tahap pasca pelaksanaan terdiri dari pendokumentasian, bentuk laporan dan kegiatan evaluasi.

Telah membaca:

http://web.ccsu.edu/americasmostliteratecities/2014/methodology.asp
https://ula3.wordpress.com/2017/01/10/makalah-kreator-generasi-digital-di-perpustakaan/
http://www.radarcirebon.com/minat-baca-rendah-perpustakaan-daerah-sepi.html
http://www.pustakaindonesia.org/index.php/article/read/178/Tarik-Minat-Anak-Sekolah-Strategi-Arpusda-Solo
http://www.madiunpos.com/2015/08/20/budaya-membaca-solo-duh-hanya-300-orangbulan-kunjungi-perpustakaan-solo-634437
http://www.lensaindonesia.com/2013/05/18/minat-baca-masyarakat-jombang-di-perpustakaan-turun.html
http://mataram.antaranews.com/berita/26415/pengunjung-ke-perpustakaan-mataram-terus-menurun
http://www.mediakalimantan.com/artikel-3470–kunjungan-ke-perpustakaan-berkurang.html
http://www.thejakartapost.com/news/2016/05/02/national-education-dismantling-literacy-myth.html
Surat Kabar Kompas Kamis 28 April 2016 “Amnesia Buku” oleh Haidar Bagir.
http://webcapp.ccsu.edu/?news=1767&data

1. PERSIAPAN

⦁ MOMENTUM

Setiap berjalannya hari demi hari, akan ada peristiwa (momentum / isu) yang menjadi pemberitaan di media. Peristiwa tersebut bisa bersifat continu (berkala) atau sporadis (tiba-tiba). Continu berkala seperti peringatan setiap 17 Agustus yang selalu ada perayaan. Sedangkan Sporadis adalah kejadian yang datang tanpa kita ketahui sebelumnya atau juga bisa diprediksi oleh kita.

Kejadian tanpa kita ketahui misalnya jatuhnya pesawat terbang atau statement (perbincangan) tokoh publik yang mendukung perpustakaan. Sedangkan kejadian yang bisa diprediksi adalah meninggalnya tokoh publik yang bisa kita ketahui melalui membaca berita tentang berita tokoh tersebut, atau contoh lain adalah 100 hari kinerja kepemimpinan Tokoh Publik.

yppi andi mallarangeng budayakan membaca

Aksi Budayakan Membaca bersama isu Andi Mallarangeng dimuat di Radar Surabaya 20 Okt 2013 hlm 3

yppi Surya Sabtu 22 Maret 2014 halm 10 edit

Mengajak Anak Berekspresi dan Praktik Berpuisi Mengangkat Isu Pesawat Jatuh MH370, Tayang di Koran Surya 22 Maret 2014

Dengan adanya momentum ini, maka akan sejalur dengan tema yang akan diangkat oleh media layaknya dua rel kereta api yang sejajar sepanjang jalurnya. Sehingga media akan “mau” menerima kegiatan Aksi Perpustakaan kita dengan ide yang menarik pula.
Anda pun bisa mencatat momentum dan tanggal-tanggal penting dengan melihat daftar tanggal-tanggal penting di internet.

⦁ IDE / KREATIFITAS

Tanggal penting atau momentum telah kita ketahui. Sekarang saatnya mengkemas kegiatan dengan ide menarik. Ide kegiatan normal biasanya, talkshow, seminar, lomba, pertunjukan dll. Namun mari kita membuat ide yang lebih menarik yang tidak menghabiskan waktu pelaksanaan yang sangat lama.

Ide menurut Jenis Kegiatannya terdiri dari 2 yaitu (1) menyampaikan pesan informasi secara langsung dan (2) menyampaikan pesan informasi melalui perantara kegiatan. Menyampaikan pesan informasi secara langsung adalah membuat aksi layaknya demo. Demo Aksi Perpustakaan bernama Aksi Kampanye, sebut saja begitu. Bukan demo bakar ban dan dorong-dorongan. Namun aksi pencerdasan masyarakat melalui tulisan atau gambar atau informasi yang kita tontonkan kepada masyarakat. Misalnya, bencana gunung meletus, kita menyampaikan maksud dan ajakan kita melalui gambar dan tulisan. Lalu masyarakat paham dan melakukan apa yang kita maksudkan. Contoh, menyediakan baner bertuliskan “Indonesia Berkabung. Semoga Bencana Cepat Berlalu. Tuliskan harapanmu di sini”. Kertas pun ditulis oleh masyarakat.

Radar yppi

Galang Dana Kreatif Gunung Kelud Meletus Dengan Menyusun Koin di Jalan, Tayang koran Radar Surabaya 17 Februari 2014

Sedangkan menyampaikan pesan informasi melalui perantara kegiatan adalah pesan panitia kepada masyarakat tersirat dari hubungan antara ide kegiatan dengan tema. Misal ide adalah berpuisi di pasar (foto dibawah), tema adalah jatuhnya pesawat terbang. Pesan informasi yang tersirat adalah mengajak peserta dan pendengar untuk ikut berkabung dan mendoakan bersama.

yppi tempo.com 5a

Acara Mengkliping Tokoh Teladan Ibu Risma dan Bapak Jokowi 2015 Tayang di Tempo

Kemudian menurut asal Ide, Ide berasal dari 3. Pertama, menyesuaikan tanggal penting, misalnya hari kliping (foto atas), maka ide mengkliping tentunya dipakai. Kedua, ide berasal dari sekitar kita yang dimodifikasi sesuai kemampuan properti kita, misalnya menggunakan kaleng membuat menara (foto bawah), kemampuan properti hanya 2 meter, tidak harus menyamai tinggi menara aslinya.

Replika Tugu Pahlawan Kaleng Bekas

Membuat Replika Tugu Pahlawan dalam Hari Pahlawan 2013 Tayang di BBS TV

gerebek perpust 2

Ulang Tahun YPPI Gelar Grebeg Perpustakaan Membersihkan Ruang Perpustakaan, Tayang di Radar Surabaya 10 Januari 2014

Ketiga, ide berasal dari gabungan orang / komunitas lain. Kemampuan komunitas lain bila dikolaborasikan dengan literasi akan sangat menarik. Misal, komunitas cosplay (anime jepang) memiliki keunggulan pada kostumnya, kita mengajak cosplay mengajak siswa untuk membersikan perpustakaan, karena begitu pentingnya perpustakaan untuk belajar mengajar (foto atas: gerebek perpustakaan). Atau komunitas epistoholik (Pecandu Surat Pembaca), mengajak komunitas ini melatih siswa menulis surat pembaca dengan tema isu yang uptodate (foto bawah).

Metro

Ide itu gampang – gampang – susah. Gampang menemukan, susah diterima peserta atau diterima media. Contoh: ide sederhana adalah menyusun domino buku berjatuh (foto bawah). Pesan informasi yang disampaikan adalah mendekatkan anak kepada buku dengan bermain buku. Namun peserta susah sekali menyusun buku menyerupai domino. Alhasil butuh 2 jam untuk menyusun lingkaran domino.

YPPI Antara News

Mengajak Bermain bersama Buku ala Domino Berjatuhan. Tayang di Antara 17 Mei 2014, http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1400324524/hari-buku-nasional

Terkadang susah menemukannya, namun ternyata gampang dilaksanakan dan diterima. Contoh, pada saat momentum tidak akurnya calon presiden RI 2014. Kedua kubu saling berantem. Kita ingin menyampaikan pesan informasi bahwa jangan sampai ada perpecahan sesama saudara. Idenya susah ketemu. Akhirnya membuat topeng jumbo tokoh-tokoh tersebut lalu dipakaikan oleh warga pengunjung Car Free Day. Berpose berangkulanlah mereka (foto bawah).

yppi Kompas 2

Aksi Damai Pemilu, Tayang Koran Kompas 9 Juni 2014

Ide bisa dipakai 1 saja atau gabungan. Semakin banyak ide maka semakin banyak tenaga – pikiran – peserta yang akan terlibat. Belum tentu diterima pula oleh media. Walau media TV menyukai banyak ide dalam 1 kegiatan. Namun terkadang 1 ide saja sudah cukup untuk menyampaikan pesan informasi. Yang terpenting adalah (1) peserta bisa memahami pesan informasi kita dan (2) pesan informasi kita bisa diterima oleh media untuk diberitakan.

⦁ PELAKU

Pelaku adalah setiap orang yang akan terlibat mulai dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Mereka yang akan mendapatkan manfaat dari kegiatan maupun yang membantu kegiatan. Pelaku terdiri dari peserta, perijinan, tim, percetakan, wartawan.

tim galang dana yppi

Panitia Penggalangan Dana Gunung Kelud Meletus 16 Februari 2014

Pertama, peserta ada 2 yaitu peserta aktif dan pasif. Peserta aktif maupun pasif akan mendapatkan porsi yang sama menerima materi dan pengetahuan dari kita. Awal mulanya peserta adalah pasif kecuali yang dibuat aktif. Maksud aktif adalah hanya beberapa peserta yang akan diajak berperan untuk wawancara dengan media. Bukan berarti peserta pasif tidak memiliki peran. Kehadiran peserta pasif begitu besar untuk menunjukkan antusiasme kegiatan Aksi Perpustakaan. Semakin banyak peserta pasif akan semakin menarik perhatian masyarakat lain maupun media. Walau tidak memiliki jaminan untuk menarik media. Dengan jumlah yang cukup pun bisa mewakili pesan informasi yang kita sampaikan.

Perijinan memiliki arti bahwa setiap kali kita melakukan persiapan tentunya melibatkan pihak-pihak tertentu yang memiliki tanggung jawab terhadap segala sesuatu yang kita libatkan. Mulai dari perijinan lokasi, perijinan melibatkan sekolah, perijinan gangguan keramaian, perijinan lingkungan dan sebagainya.

Kliping014 yppi kbs

Ajak Siswa Peduli Kondisi Kebun Binatang Surabaya dengan Bermain Puzzle Hewan, Tayang Jawa Pos 23 Januari 2014

Tim adalah anggota internal lembaga dan anggota komunitas maupun relawan yang turut andil terlibat dalam kegiatan Aksi Perpustakaan ini. Mereka memiliki peran masing-masing. Dan sifatnya fleksibel. Internal Lembaga berperan terkait mempersiapkan tenaga, penjadwalan kegiatan dan anggaran serta masukan ide. Anggota komunitas dan relawan tentu berperan sebagai penyumbang ide dan penggerak pelaku lainnya supaya persiapan dan pelaksanaan acara menjadi lancar.

YPPI Majalah Kartini Kolase Hari Pendidikan

Lomba Kolase Tokoh Pendidikan di Hari Pendidikan. Tayang Majalah Kartini 3 Mei 2015

Anggota komunitas dan relawan sifatnya adalah relawan yang tidak memiliki ikatan wajib untuk mengikuti kegiatan. Namun bisa dipegang komitmen dan keseriusan mengatur ataupun sekedar membantu jalannya persiapan dan pelaksanaan. Setiap relawan alangkah baiknya akan mendapatkan reward dari lembaga Anda supaya keberadaannya merasa memiliki kegiatan tersebut. Relawan dan anggota komunitas tersebut harus dikelola dengan baik. Pengelolaan terdiri dari pendataan diri, potensi yang dimiliki, dan minat berkegiatan. Relawan tersebut perlu diberikan jadwal pembinaan khusus sebelum dan sesudah menjadi relawan. Lembaga Anda harus memiliki grand desain hasil / cetakan menjadi seperti apa relawan tersebut pasca selesai dari Lembaga Anda. Lalu setelah selesai menjadi relawan, perlu adanya arahan untuk membantu relawan tersebut menuju jenjang karir yang lebih tinggi lagi.

koran Sindo yppi

Mengedukasi Mencintai Tanaman dengan Aksi Kampanye Tolak Paku Pohon, Tayang Koran Sindo 28 Januari 2014.

Percetakan bisa tergolong pelaku karena setiap kegiatan Aksi Perpustakaan memerlukan visualisasi / properti yang bagus. Layaknya baner atau poster. Walau bisa menggunakan cat dan goresan tangan. Carilah lokasi percetakan di dekat kantor lembaga Anda. Bila dirasa mahal biaya cetaknya maka bisa ganti ke tempat lain. Tujuan hasil cetakan adalah mampu difoto dengan jelas oleh camera sehingga ketika dicetak berwarna atau hitam putih pun tetap terbaca tulisan yang disampaikan.
Wartawan termasuk pelaku, boleh dibilang kedatangan wartawan sebagai indikator kesuksesan kegiatan terselenggara. Karena tidak semua kegiatan dikunjungi oleh wartawan.

RadarSby

Memberikan Edukasi Pentingnya Menanam Pohon dengan Bermian Bakiak bersama Manusia Pohon. Tayang Koran Radar Surabaya 6 Januari 2014

⦁ LOKASI

Lokasi adalah tempat dimana kegiatan Aksi Perpustakaan berlangsung. Lokasi mencirikan dimana pengambilan latar sebuah kegiatan berlangsung. Lokasi bisa menjadi daya tarik bagi peserta kegiatan, pembaca berita dan pemirsa TV. Lokasi juga menentukan kesesuaian dengan isu yang diangkat. Lokasi bisa juga menguntungkan bagi Panitia Aksi Perpustakaan. Terkadang juga bisa menyusahkan panitia maupun wartawan.

FotoMetroTvNewsCom2

Aksi Simpatik Stop Kampanye Hitam di Jalan Raya Dharmo. Tayang di MetroTV.com 1 Juni 2014

Dalam memilih lokasi perlu diperhatikan sebagai berikut. Pertama adalah mencirikan latar artinya bahwa bila isunya tentang Surabaya, bisa dipilih lokasi yang mencirikan surabayanya. Misalkan patung Buaya dan Hiu Surabaya, atau tentang isu religi, bisa di masjid atau sebagainya. Yang terpenting adalah masih berhubungan dengan isu atau ide yang diangkat.

Kedua adalah yang bisa membuat daya tarik. Artinya bahwa peserta kegiatan tidak merasa keberatan dan nyaman pada lokasi yang ditentukan. Misalnya di Pasar dekat sekolah. Berpuisi di Pasar memiliki lokasi yang menarik namun jaraknya harus diperhitungkan karena membawa siswa yang harus bersekolah pada waktu kegiatan berlangsung.

Ketiga adalah kesesuaian dengan isu yang diangkat. Sebenarnya tidak semua lokasi harus berhubungan / sesuai dengan isu. Misalnya menulis Surat untuk Kebun Binatang Surabaya, tidak harus di Kebun Binatang Surabaya. Bisa di sekolah karena pesertanya adalah siswa sekolah tersebut. Namun bila dirasa perlu harus sesuai dengan isu, maka pilihlah yang bijak. Misalnya ulang tahun lembaga tertentu, lokasinya tentu di lembaga tertentu. Contohnya adalah ketika ulang tahun Polisi Nasional. Mengajak siswa memberikan ucapan ulang tahun, maka siswa datang ke kantor polisi.

Keempat adalah titik lokasi yang menguntungkan bagi semua pelaku. Setiap lokasi memiliki keuntungan sendiri-sendiri.

Penentuan lokasi dapat dicari dengan dua cara yaitu menentukan sendiri atau menyesuaikan kondisi peserta. Menentukan lokasi sendiri seringkali untuk kampanye literasi yang bersifat aksi atau demo. Karena peserta bisa mudah dikoordinasikan dan sifatnya bergerak alias posisi peserta tidak permanen. Contohnya adalah di tugu pahlawan, di depan KBS (Kebun Binatang Surabaya), di perempatan jalan dan sebagainya.

Sedangkan penentuan lokasi yang menyesuaikan kondisi peserta, misalnya peserta adalah pengunjung car free day secara acak, maka lokasinya di car free day. Bila pesertanya adalah siswa dan harus duduk maka lokasinya di lapangan volley sekolah atau di sepanjang depan kelas. Yang terpenting bagi lokasi adalah harus nyaman bagi peserta dan juga bagi wartawan saat pengambilan sudut.

Tempo 5

Mengajari Membatik dalam Rangka Hari Pers, Tayang Tempo 9 Februari 2017

Kelima, Lokasi terkadang meyusahkan wartawan yaitu kesulitan akses ataupun sudah dilokasi namun susah menemukan titiknya. Misalkan di SD Kertajaya 4 Surabaya, berada di tengah kota, namun gang yang sempit dan tertutup keramaian pasar serta berjejer dengan 5 SD lain. Maka perlu solusi yang kita berikan kepada wartawan yaitu gambar peta dan ancer-ancernya.

Lokasi Car Free Day dan Halaman Sekolah adalah lokasi yang biasanya dilakukan Aksi Perpustakaan. Car Free Day Jl Raya Dharmo Surabaya memiliki keunikan tersendiri, massa sebagai calon peserta maupun calon penikmat aksi begitu banyak. Kita tinggal mengajak satu demi satu pasti ada yang mau. Cara mengajak tentu ada cara yang berbeda-beda setiap panitia. Biasanya akan ada liputan dari TV atau Fotografer Koran, terkadang memakai imbalan hadiah saat berlomba.

Net youtube

Kampanye Gelar Membaca di Hari Buku Nasional di Malang, Tayang Net Tv 11 Mei 2015

Terkadang pencarian titik lokasi dirasa susah bagi wartawan atau relawan. Karena lokasinya berpindah-pindah. Walau sebenarnya ingin dipatenkan di depan Bank Jatim Syariah yang begitu sangat ramai antara jam 06.30-09.00 WIB. Terkadang pindah di depan tulisan ‘Taman Bungkul’ dan sisi selatan CFD yang sepi. Keuntungan lain adalah tidak perlu ijin, kecuali di taman bungkulnya.

Halaman sekolah menjadi favorit kedua apabila pesertanya adalah siswa sekolah tersebut. Selain tidak membutuhkan transportasi, juga tidak ribet perijinan. Kita tinggal memilih sudut mana yang nyaman dan bagus pengambilan sudut fotonya.

⦁ WAKTU

Waktu bisa dikatakan 2 hal yaitu tanggal pelaksanaan dan durasi waktu kegiatan. Tanggal pelaksanaan adalah pemilihan tanggal (baca: tanggal atau hari) yang dirasa ‘pas’ untuk dilaksanakan. Pemilihan tanggal ini bisa tepat pada tanggal peringatan atau sebelum peringatan. Hal ini bertujuan tidak basinya isu yang beredar. Walau bisa juga setelah tanggal peringatan, yang penting isunya tidak terlewatkan alias basi.

20150419 Suara Surabaya Online Budaya Parikan Suroboyo YPPI World Book Day Hari Buku Dunia

Budayakan Parikan Suroboyo di World Book Day / Hari Buku Dunia. Tayang di Suara Surabaya, 19 April 2015

Pemilihan tanggal tidak jauh dari tanggal peringatan. Biasanya H-1 atau hari H nya. Jarang sekali pasca tanggal peringatan. Hal ini bertujuan untuk “memenangkan” saingan dari liputan penyelenggara lain selain YPPI. Misal hari Pahlawan, 10 November, kita menyelenggarakan tanggal 11 atau 12 atau bahkan lebih. Jelas sekali tidak akan diliput, walau masih berbau momentum perjuangan atau misalkan masih berbau isu yang sedang uptodate tentang presiden / politik / tokoh internasional. Ada banyak komunitas/ lembaga lain yang menyelenggarakan hari pahlawan pada sebelum peringatan maupun hari peringatan. Maka kita akan kalah saing karena telat eventnya. Karena jumlah slot / jumlah tayangan berita di TV dibatasi, begitu juga jumlah kolom pada berita online dan cetak juga dibatasi. Apalagi wartawan sudah diberi tugas untuk meliput tema yang sudah ditentukan oleh pimpinannya. Namun masih ada peluang sedikit persen untuk bisa menarik perhatian media bila benar-benar menarik, baru dan unik.

Kedua, tentang durasi waktu penyelenggaraan. Selama ini, durasinya antara 2-3 jam, belum termasuk persiapan dan pengkondisian. Dalam waktu tersebut, peserta atau panitia sudah dalam kondisi siap diberi materi dan berkegiatan.

Dalam waktu 2-3 jam tersebut, panitia melaksanakan semua kegiatan sesuai rundown yang telah dibuat. Mulai dari sambutan, pembukaan, pemberian materi, kegiatan, pemilihan karya terbaik, wawancara peserta oleh wartawan, wawancara panitia oleh wartawan, foto bareng, wawancara peserta oleh panitia.

Dalam waktu singkat tersebut sangat melelahkan karena harus mengkondisikan peserta dan kemauan wartawan. Susunan acara berjalan sesuai keinginan, namun ada wartawan yang ingin mewawancarai peserta, maka pilihannya adalah acara tetap jalan namun akan mengganggu sound pengambilan video wartawan atau acara berlanjut namun soundnya dimatikan sejenak.

Kita tentu dan pasti memberikan ilmu kepada peserta. Yang akan dibahas pada bab Edukasi. Namun kita juga sebagai pelayan wartawan, selain permintaan wawancara, terkadang posisi peserta dan panitia diberi saran oleh wartawan untuk lebih menarik untuk diambil gambar atau video. Terkadang ada wartawan yang datang terlambat sehingga ditengah acara atau akhir acara harus mengkondisikan peserta yang mungkin saja sudah bubar / buyar / pulang dan properti yang sudah dilepas untuk dipakai lagi.
Bab Pelaksanaan akan dibahas lebih lanjut tentang pengkondisian peserta dan kegiatan berlangsung.

Berita Metro Senin 10 Feb 2014 edit yppi membaca

Membiasakan Membaca dengan Aksi Membaca Massal di Car Free Day Surabaya, Tayang di koran Berita Metro 10 Februari 2014

Sebenarnya alur waktu pada Kampanye Literasi terdiri dari waktu persiapan, waktu lobbying, waktu gladi bersih, waktu pengkondisian, waktu pelaksanaan, waktu wawancara, waktu berpamitan, waktu evaluasi.

Waktu persiapan adalah sama seperti yang dibahas pada Bab Pra ini. Persiapan mulai dari mencari isu, ide, mendesain kostum & baner & tulisan, mencetak baner atau poster, membuat dan cetak pressrilis, menghubungi wartawan bila sudah fix semua.

Waktu lobbying adalah melakukan koordinasi dengan internal YPPI dengan membuat konsep singkat / proposal atau sering dipanggil TOR dan membuat rencana anggaran belanja atau PAR. Selain itu yang paling penting adalah loby peserta. Apabila peserta adalah dari sekolah atau pemerintah, maka proses loby harus dilakukan. Biasanya kita melakukannya 7 hari atau 14 hari sebelum acara. Terkadang 3 hari sebelum pelaksanaan. Karena terkait isu yang baru didapat dan segera dilaksanakan. Belum pernah meloby jauh-jauh hari. Kecuali event besar seperti Tari Buku.

Pihak sekolah sering merasa acara tiba-tiba / dadakan. Sehingga perlu kita luruskan, pahamkan dan bantu sesuai kemampuan kita. Memberi pemahaman kepada guru tentu ada langkah – langkahnya. Kita mengandalkan guru yang dekat hubungannya dengan kita. Berjejaring melalui social media dan sms sangat membantu. Apalagi bertemu dengan guru yang satu visi, beberapa kali kita mengajaknya berkegiatan kampanye literasi.

Guru yang satu visi, lebih mudah memahami. Bila guru yang belum satu visi, biasanya akan bingung tentang maksud isu dan tanggal peringatan yang terkadang tidak bisa diterima akal sehat. Contohnya membaca Koran massal di Jalan Car Free Day. Ada pula yang menganggap kegiatan ini memerlukan dana besar, padahal tidak. Karena saling melengkapi kebutuhan. Misalkan kegiatan mengkliping Koran, maka bagi tugas antara YPPI-Sekolah-Siswa-Guru. Misal, YPPI menyediakan baner, desain dan doorprize, Guru mengkondisikan peserta, Sambutan, Pembagian doorprize, koordinasi dengan kepala sekolah, Sekolah menyediakan alas karpet, lokasi ruang / lapangan, sound system, Siswa membawa Koran bekas, gunting, lem, kertas dan baju-topi kreatif dari Koran.

contoh properti kampanye

Contoh Properti Aksi Perpustakaan Memberikan Edukasi Pemilu Damai

Waktu Gladi Bersih adalah H-1 kegiatan dimana panitia selesai mempersiapkan property, baner, costum dan menghubungi wartawan. Dimana bila diperlukan, panitia dating ke lokasi acara untuk memastikan titik lokasi sudah steril / siap dilaksanakan acara atau tidak. Dan mempersiapkan pula cadangan / alternative lokasi apabila terjadi bencana alam semisal hujan. Alternatif ini perlu juga dibicarakan pada waktu lobbying.
Waktu Pengkondisian adalah memberikan pemahaman kepada peserta tentang aturan main dan pemahaman materi secara umum. Tujuannya untuk mempermudah pelaksanaan Acara. Biasanya dilakukan 1 jam sebelum acara yaitu Panitia dan pihak sekolah breafing untuk memastikan acara sesuai rundown. Panitia juga pernah memberi pengarahan dahulu kepada peserta tentang acara hari itu. Supaya peserta bisa mudah dikondisikan. Semisal siapa yang harus diwawancarai, susunan acara yang harus dipahami peserta, memberikan wawasan (lagi) kepada peserta tentang tujuan kegiatan terkait isu, walau sudah dikondisikan oleh guru pada saat guru mengkoordinir peserta jauh hari.

Apabila kegiatan berlangsung di Car Free Day, maka pengkondisian ditiadakan, langsung mencari-cari peserta untuk ikut berpartisipasi. Bentuk partisipasi ada partisipasi aktif dan pasif. Aktif adalah terlibat dalam acara yang cukup lama durasinya semisal lomba gendong istri yang harus mengikuti tahap sistem gugur. Pasif berarti hanya sekedar menulis, foto, dan tanya jawab.

Waktu wawancara adalah dimana peserta diminta pendapatnya oleh wartawan. Tidak hanya wartwan yang melakukan wawancara, panitia pun juga harus. Untuk mengetahui seberapa dampak dan peluang untuk kegiatan selanjutnya.

Waktu berpamitan adalah bentuk ucapan terimakasih secara formal kepada semua pihak yang turut andil. Di sekolah berpamitan dan wawancara tidak langsung kepada guru dan kepala sekolah. Kepada relawan diberikan waktu traktir makan siang.
Waktu evaluasi bisa dilakukan dengan semua pihak di waktu khusus maupun perkelompok saja. Biasanya dilakukan langsung setelah acara selesai karena waktu yang masih panjang dan semua bisa hadir. Perkelompok bisa dilakukan bila kemungkinan tidak ada waktu untuk evaluasi bersama.

⦁ PROPERTI, KOSTUM, BANER, VISUAL

Sulit untuk member nama sub bab ini. Lebih general adalah visual yang bisa mencakup property, kostum, baner dan alat pendukung kegiatan lain. Visual ini adalah segala benda mati atau hidup yang mewakili pesan yang kita sampaikan melalui media foto. Contoh adalah baju, topi, kertas tulis, aksesoris yang di pakai peserta kegiatan, atau setiap tulisan dan gambar yang ditaruh pada acara dan dipakai peserta dalam bentuk poster & baner / kain / tulis tangan, atau property yang dibuat khusus seperti replika pesawat terbang, menara buku dll.

Mari kita bahas satu persatu:

Lebih sering menggunakan tulisan dan gambar yang dicetak baner. Lebih tajam gambar, lebih mudah pembuatannya. Hanya memerlukan waktu 24 jam, bisa kurang. Banyak tempat cetak seperti yang sudah saya bahas pada bab sebelumnya (ctrl+f, ketik ‘percetakan’). Kita tinggal memasukan file siap cetak dan bisa minta kategori lamanya cetak & jenis bahan.

NetTV Twitter

Menyusun Puzzle Tokoh Pahlawan Pendidikan di hari Pendidikan. Tayang Net Tv 3 Mei 2014

Biasanya pakai bahan yang harganya Rp20.000,-/meter. Frontlite namanya, atau ada nama lain juga ada yang harganya kisaran seperti itu. Ada juga bahan yang lebih tebal dan lebih tajam, harga bisa dibanderol mulai Rp 30rb/m, atau lebih mahal. Tinggal kita pintar-pintar menyesuaikan dengan budget yang tidak banyak. Durasi mencetak juga bisa ditunggu, harga pasti lebih mahal. Namun terkadang juga lama sekitar 4-6 jam. Tapi lumayan kan bisa selesai satu hari.

Biasanya kita memasukkan file ke percetakan pada H-3 sore, lalu H-2 pagi atau siang diambil. Seringnya menyesuaikan isu dan kesiapan acara, bila belum ready pesertanya siapa dan isunya apa serta ide kegiatannya apa, kenapa terburu mencetak?

Maka tidak jarang, baru memasukkan cetak pada H-2, diambil H-1, dipasang H-1 sore atau bahkan malam sampai subuh. Wah butuh tenaga ektra bukan? Tentu bila managemen bagus, itu menjadi hal yang mudah diatasi. Selama ini, Koordinator Komunitas Arek Arek Kreatif kurang lihay dalam managemen waktu dan managemen anggota sehingga belum bisa diatasi dengan mudah.

Capture

Memberikan Ucapan Selamat Kepada Prestasi Taman Bungkul, Tayang di BBS TV 25 Januari 2013

Pernah suatu ketika isu yang baru diketahui pada hari sabtu, pelaksanaan hari minggu, yaitu penghargaan Taman Bungkul. Sebagai lokasi yang menjadi langganan Kampanye Literasi, maka perlu diberikan sebuah event ucapan selamat. Maka dalam waktu seharian pun melakukan persiapan desain cetak dan penyusunan properti, penyusunan press release, menghubungi relawan, menghubungi media yang belum tentu menarik perhatian, namun dengan optimis dan keyakinan, maka sukseslah acara tersebut.

yppi haluan kepri

Kegiatan di Surabaya Tayang di Kepulauan Riau karena Mengangkat ISU Nasional

Visual kedua adalah bisa kain atau tulisan tangan, atau yang lain. Kain contohnya adalah tulisan “Stop kampanye Hitam”, Tulisan atau goresan tangan contohnya “Coin 4 Kelud” dan contoh tulisan lain adalah tulisan dari kapur di aspal jalan “Coin 4 Kelud” juga ada. Tidak hanya ketiga diatas saja yang bisa digunakan. Namun masih ada banyak lain, missal mencetak logo / tulisan dari kertas print ukuran A4 yang murah meriah.
Tulisan ini sangat penting karena akan dibaca oleh peserta dan pengunjung. Sehingga memberi efek langsung yaitu informasi up to date kepada mereka. Selain itu, memberitahukan secara frontal tentang tema / isu / nama kita pada hasil fotografi.

Visual ketiga adalah costum peserta, aksesoris peserta dan segala hal yang dibawa peserta. Sekali lagi bahwa ini mewakili pesann yang disampaikan. Misal, paling mudah acara kliping Koran, baju / topi bisa dari Koran. Hal ini untuk mendukung pesan yang panitia sampaikan yaitu hari kliping. Ada kostum pohon pada hari menanam pohon. Sebagai icon / mascot pada acara tersebut.

Terkadang hanya memakai baju pramuka dan kaos olahraga yang bermaksud menyampaikan pesan bahwa pelakunya adalah anak sekolah. Ada aksesoris dan perlengkapan peserta lain misalnya kertas dan alat tulis peserta yang mungkin bisa menjadi visual menarik. Contohnya adalah menulis surat, maka kertasnya jangan monoton putih atau polio atau kertas buku. Kan itu hal umum. Yuk cari yang unik. Misal paling mudah adalah kertas A4 berwarna warni, menulis di spanduk putih, menulis di aspal, menulis dengan media yang makin unik dan makin unik. (Bisa dicari di google).
Ada poin asyik disini, setiap property yang kita gunakan harus ada logo YPPI dan Komunitas Arek Arek Kreatif. Logo YPPI jelas lembaga kita.

Logo Arek-Arek Kreatif untuk eksistensi komunitas yang bisa diterima oleh berbagai isu. Tujuannya adalah sebagai penanggungjawab beredarnya berita tersebut. Dan yang paling menjengkelkan adalah sering tidak disebutnya nama lembaga kita. Dikarenakan kurang cocok / kurang sexy untuk mewakili peserta. Maka untuk menanggulangi kelemahan tersebut, biasanya setiap property ada tempelan logo YPPI dan AAK. Lebih-lebih setiap peserta diberi tempelan logo YPPI juga.

Visual keempat adalah benda mati atau hidup yang dirancang khusus. Benda mati misalnya isu toilet seharga 1 Milyar, paling simple adalah memakain toilet bekas bersanding dengan tulisan “Toilet kok 1 M”, atau benda hidup misalnya isu hewan melata yang bisa menghadirkan hewan-hewan tersebut dari komunitas hewan. Atau kegiatan yang mengharuskan patung manusia, bisa manusia diberi cat dan sambil membaca buku. Hal ini tentu tidak bisa dikerjakan sendiri, terkadang berkelompok pun juga susah, namun optimis saja. Maka untuk mempermudah pengadaan visual ini adalah berjejaring / berteman dengan berbagai kalangan / komunitas. Jangan menyepelekan pengayuh becak, itu bisa menjadi teman yang terlihat namun tidak pernah kita sapa. Misalnya mereka bisa kita ajak pawai, para putri cantik sambil membaca buku. Tentu Anda muncul banyak imajinasi bukan? Yuk berjejaring.

⦁ EDUKASI

Setiap kegiatan Aksi Perpustakaan harus beredukasi. Terlebih adalah tentang perpustakaan pada khususnya dan literasi pada umumnya. Pada kegiatan Kampanye Literasi ini bagaimana menggabungkan antara ide kegiatan – momentum / isu – edukasi perpustakaan / literasi. Tidak mudah memang. Setiap kegiatan harus berdampak pada peserta. Dampak bisa berbagai macam, missal, sekedar menambah informasi, berani percaya diri, menanamkan sikap peduli, memberikan ruang berkreasi dll. Selama ini dampak tersebut belum diukur. Maka mulai tahun 2015 ini akan diukur mulai dari antusiasme, dampak kepada peserta, pengunjung & lingkungan sekitar, keberlanjutan kegiatan di bulan depan lagi atau tahun depan. Sehingga Kampanye Literasi akan menjadi agenda rutin untuk sempurna menjadi Literacy Event yang bisa ditawarkan kepada perusahaan / sponsor.

⦁ PRESS RELEASE (Rilis)

Tulisan Press Release atau Siaran Berita / Rilis yang kita buat berupa pemberitahuan tentang kegiatan Kampanye Literasi yang akan kita selenggarakan. Akan kita bahas cara membuatnya pada paragraph selanjutnya. Rilis ini bisa diberikan kepada media / wartawan jauh hari sebelum kegiatan. Tujuannya supaya wartawan menjadwalkan untuk liputan. Namun biasanya kita jarang jauh-jauh hari. Paling 1-3 hari sebelum kegiatan. Kecuali event besar bisa dikirim H-7 atau lebih. Sering sekali H-3 baru di email/SMS/WA/BBM ke media/wartawan. Lalu H-1 diingatkan kembali. Kadang malah H-1 aja karena dadagan kegiatan atau memang baru selesai dibuatnya rilis tersebut.
Cara membuat Rilis adalah sama seperti membuat berita. Namun diberi tambahan pada atasnya adalah penambahan paragraf atau kalimat tentang judul kegiatan, waktu & tanggal kegiatan & lokasi, informasi penyelenggara kegiatan.

Setelah itu buat paragraph yang memuat isi atau informasi kegiatan. Pokok penting yang harus diperhatikan membuat isi adalah memakai teori piramida terbalik.

Paragraf Isi pasti bermuatan materi kegiatan, tujuan, siapa yang terlibat, peserta, manfaat, memenuhi unsure 5W+1H (bagaimana kegiatan, mengapa, siapa, kapan, dimana, apa), harapan, dampak, alasan / latar belakang. Nha, piramida terbalik artinya bahwa dari muatan isi tersebut yang porsinya paling banyak (gambar, angka 3) adalah latar belakang / alasan yang mendasari kegiatan diselenggarakan, sehingga akan membuat pembaca langsung tercengang / kaget / penasaran dan dipastikan akan berlanjut membaca paragraph dibawahnya sampai tuntas. Latar belakang tentu akan sangat menarik bila didukung dengan data / fakta / penelitian yang benar terjadi. Kemudian berlanjut kepada muatan lain (nomor 2). Dan diakhiri oleh harapan dan manfaat yang akan diperoleh (nomor 1). Pada saat masuk ke nomor dua, kita beri tips untuk menambah unsur tambahan pada 5W+1H yaitu menjadi 6W+1H. “W” keenam adalah “wow”. Harus ada Wow nya untuk menarik perhatian semakin lebih. Wow bisa diperoleh dari ide kreatif yang kita bikin.

Contoh Press Release:

Press Release: Hari Pers Nasional, Minggu 9 Feb 2014, Jl Dharmo Car Free Day (Depan Gedung Wonokoyo).

“Ratusan anak membaca massal dan mengkliping”

Salam, Dicki Agus Nugroho, 085725104352. Koordinator Acara, Panitia: Komunitas Arek Arek Kreatif YPPI – Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia.

Kami prihatin atas kemampuan membaca anak-anak Indonesia rendah. Tanpa generasi yang cerdas membaca akan membuat bangsa ini tersingkir dari bangsa-bangsa lain. Menurut penelitian terakhir tahun 2000, 2003, 2006, dan 2009 dari Programme for International Student Assesment (PISA), yang diprakarsasi oleh 80 negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), menunjukkan bahwa kemampuan membaca (reading literacy) anak-anak Indonesia usia 14 tahun masih berada pada urutan yang terbawah.

Salah satu media baca yang mudah diketemukan adalah Koran. Karena Koran merupakan salah satu media informasi yang banyak beredar di masyarakat. Koran sudah dianggap sebagai media informasi yang efisien, disamping televisi dan radio. Dengan membaca koran, kita bisa terus mengikuti perkembangan-perkembangan aktual, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Maka dari itu, koran lebih sering dibaca oleh orang dewasa yang sudah dianggap sebagai kebutuhan pokok, yang tidak boleh dilewatkan. Diharapkan, Koran pun mampu menampung bacaan yang layak dibaca untuk anak-anak. Sehingga anak juga tertarik membaca Koran dan meningkatkan kemampuan membaca.

kuswanto rri

Talkshow Bapak Kuswanto di RRI

Maka di Hari Pers Nasional yang menjadi momentum tahunan terbesar bagi dunia media ini. Kami menyelenggarakan kegiatan unik bagi anak anak sekolah dasar. Dengan mengambil momentum ini, kami mengajak ratusan anak untuk lebih dekat kepada media cetak yaitu koran untuk dibaca serentak. Anak-anak pun diajak berkreasi dengan ceria mengkliping tulisan – tulisan pada koran.

Kami mendorong generasi muda untuk gemar membaca koran. Karena menurut pengalaman empiris kami, membaca dan memilih untuk dikliping itu memicu kecanduan. Bisa mengkliping saja itu sudah mencandu, dan bila diperlihatkan kepada pengunjung Car Free Day, pasti mereka akan sangat senang dan bangga karyanya diperhatikan dan dibaca orang lain.

Catatan penting: paragraf awal membuat pembaca tercengang dan ingin membaca paragraf dibawahnya. Sehingga diberi bagian terbesar.

⦁ WARTAWAN

Wartawan digolongkan sebagai pelaku. Jumlah kehadirannya bisa dikategorikan indikator kesuksesan terselenggaranya acara. Walau belum ada jaminan untuk dimuat dan tayang pada medianya.

Wartawan tertarik pada isu atau tema yang sedang up to date (kekinian). Ada pula wartawan yang mendapat perintah untuk mencari berita yang sudah ditentukan oleh pimpinannya.

radio wijaya surabaya

Talkshow di Radio Wijaya Surabaya

Kategori Wartawan, yaitu Televisi, Radio, Berita Cetak, Berita Online, dan Fotografer. Wartawan TV menyukai kegiatan dengan ide yang unik dan beragam. Contohnya pada momentum tanggal hari Ibu, pesan yang disampaikan adalah menjalin harmonisasi keluarga, maka idenya adalah lomba suami gendong istri, ada pula ide lain yang berjalan beriringan adalah cek kesehatan sederhana dengan tensi kepada ibu-ibu serta pembagian sticker pengingat ukuran tekanan darah.

Capture2 yppi net tv lomba gendong ibu istri

Lomba Gendong Istri Peringati Hari Ibu, Tayang di Net Tv 23 Desember 2013

yppi radio rri

Talkshow di Radio Pro 1 FM RRI

Wartawan radio jarang sekali ditemui, atau Kegiatan aksi perpustakaan selama ini tidak menarik media radio. Mungkin baru RRI Surabaya dan radio Wijaya Surabaya yang mengundang kami untuk mengisi talkshow.

net tv 27 jan 2015

Menulis Surat Pembaca kepada Tokoh Teladan, Tayang Net TV 27 Januari 2015

Wartawan Berita Cetak dan Online adalah jurnalis. Selain isu, mereka tertarik pada jalannya cerita kegiatan berlangsung. Pesan yang disampaikan pun menarik untuk diterima pembaca. Lalu sesuatu hal yang baru akan membuat jurnalis bertanya-tanya lebih mendalam lagi lebih detail. Contohnya adalah kegiatan Menulis Surat Pembaca 27 Januari sebagai hari Epitoholik. Jurnalis ternyata baru mendengar Hari Epistoholik dan mencari tahu lebih detail lagi apa itu Epistoholik. Ada pula contoh lain adalah membuat replika tugu pahlawan, jurnalis bertanya-tanya cara menyusunnya yang rapi dan kokoh. Satu hal yang perlu diketahui bahwa terkadang wartawan berita merangkap sebagai fotografer. Namun kebanyakan terpisah antara penyusun berita dan fotografer. Biasanya mereka datang berdua atau saling tukar-menukar foto dan berita antar media.
Foto hari pahlawan tugu kaleng.

Fotografer adalah wartawan yang spesialis mengambil gambar setiap momen kegiatan Aksi Perpustakaan. Fotografer mengambil pesan dari aksi perpustakaan lebih sulit pekerjaannya dari pada wartawan berita maupun TV. Setiap gambar yang mereka ambil harus mewakili dari kegiatan kita. Dari sekian sudut pengambilan foto, hanya 6 atau 3 atau bahkan 1 saja yang akan layak untuk terbit / tayang / dimuat pada media cetak atau online.

Jawapos Kartini 22 April 2015

Tanamkan Dalam Ingatan Perjuangan Kartini dengan Aneka Lomba Seru. Tayang koran Jawa Pos 21 April 2015

Maka untuk membuat fotografer tertarik pada kegiatan aksi perpustakaan, diperlukan visualisasi atau properti atau keunikan yang baru dan menarik seperti yang dibahas sebelumnya.

Wartawan Fotografer selalu menjadi tolak ukur ketertarikan bagi wartawan lain, khususnya wartawan berita. Apabila visualisasi dan pesan kegiatannya menarik bagi fotografer maka biasanya wartawan berita juga ikutan. Beberapa kali wartawan TV juga mengikuti wartawan fotografi.

adu pancu yppi hari kartini

Tanamkan Dalam Ingatan Perjuangan Kartini dengan Aneka Lomba Seru. Tayang Metro TV 20 April 2015

Wartawan fotografi selalu menjadi konsultan visualisasi yang akan saya buat. Wartawan adalah teman kita, keluarga kita, bukan sekedar pencari berita. Layaknya relawan pula, kita perlakukan dengan menghargai mereka.

2. PELAKSANAAN

Berlangsungnya kegiatan ini tidak terlalu lama, antara 2-3 jam saja. Apabila berkegiatan di sekolah 3 jam paling lama, antara pukul 8.30-10.00 berkegiatan, setengah jam untuk pembukaan acara dan 1 jam selanjutnya untuk wawancara dan evaluasi. Pemilihan waktu selesai sebelum jam 10 dikarenakan untuk bisa tayang pada televisi slot berita siang hari. Apabila melebihi jam tersebut maka akan dimasukkan pada slot petang atau malam atau esok harinya. Berlaku pula di Car Free Day.

Apabila berlangsung di Car Free Day, pukul 05.00 sudah ready untuk berangkat. Berarti semua properti dan perlengkapan sudah masuk mobil pada 1 hari sebelumnya. Tujuannya untuk mendapatkan lokasi parkir yang nyaman dan dekat dengan jalan CFD. Jangan lupa sarapan sebelum berangkat lho ya.

Suara Merdeka 4 Mei 2015

Kampanyekan Sehat dengan Tertawa pada Hari Tertawa setiap akhir pekan pertama bulan Mei, Tayang koran Suara Merdeka 4 Mei 2015

Namun bila barangnya banyak dan berat disarankan untuk datang lebih awal sebelum portal CFD ditutup. Sehingga mobil bisa masuk jalan CFD, tidak perlu buang tenaga bukan? Tapi bangunnya harus lebih pagi. Setelah itu menyiapkan properti dan menunggu sampai jam 7.00 yang baru terasa ramai pengunjung. Menghubungi lagi wartawan yang mungkin tidak terbiasa bangun pagi. Sampai pukul 08.30 lah berkegiatan dan menunggu wartawan. Pukul 8.30-09.00 waktunya wawancara.

Terkadang wawancaranya pada saat kegiatan, karena dirasa pengambilan gambar dan liputannya sudah cukup. Waktu evaluasi dilakukan sambil sarapan kedua di warung makan terdekat. Car Free Day berlangsung antara jam 05.00-10.00 WIB. Bisa menutup protal lebih lama karena hujan dan aktivitas lain dan bisa membuka portal lebih cepat karena aktivitas darurat.

Pada saat kegiatan di CFD ini, kita akan bertemu berbagai macam karakteristik pengunjung mulai dari anak-anak, remaja, tua-muda, berbagai profesi, dan sebagainya. Ini adalah lumbung promosi gratis bagi kita. Lumbung peserta gratis bagi kita. Lumbung target sasaran kampanye literasi. Semua bebas bertatap muka dan menyuarakan pendapat. Peluang yang menggiurkan, bukan?

3. PASCA (Evaluasi)

1.Dokumentasi

Kegiatan aksi perpustakaan harus terdokumentasi dalam bentuk foto dan video (pra-kegiatan-pasca). Dokumentasi yang lain adalah mengumpulkan berita online dan cetak. Maka saat acara berlangsung, catatlah siapa saja wartawan yang hadir dan tanyakanlah apakah dimuat & dimana.
Pendokumentasian Berita online memuat: alamat link, copy-paste reportase, copy foto, print screen tampilan layar. Lebih lengkap dan detail lebih bagus. Sedangkan pendokumentasian media cetak harus berburu sampai keujung kios koran dan kantor media.

2. Ucapan

Terakhir memberikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu. Dan memberikan doa supaya sehat selalu. Aamiin.

 

Itulah langkah untuk menyelenggarakan aksi perpustakaan. Anda tertarik? Pasalnya, kegiatan seperti ini telah mampu menghasilkan uang. Karena telah berpengalaman menyelenggarakan acara aksi perpustakaan, maka penawaran kegiatan dengan dana kecil sampai besar telah hadir. Sebut saja kegiatan Berbagi 1.000 buku kepada anak PAUD dari MoneyGram Foundation dengan dana Rp 100 juta. Perusahaan lain turut serta seperti SOHO dengan dana belasan juta dan aneka produk. Perusahaan makanan anak Tiga Pilar dengan aneka produknya. Sampai salah satu program di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau sempat mencicipi televisi nasional.

yppi kepulauan anambas trans 7

Program Mobil Perpustakaan Keliling diliput Trans 7

..

YPPI Talkshow di TVRI Jawa TImur

Talkshow di TVRI Jawa TImur

Jawapos yppi

Aneka Lomba Unik Hari Kunjung Perpustakaan, Tayang koran Jawa Pos hlm 32 14 September 2015

Kompas 20160225

Berbagi 1000 Buku kepada PAUD melalui Program MoneyGram Foundation di Museum Nasional Jakarta 28 Januari 2016, Tayang Kompas Cetak 25 Februari 2016

.

.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s