Pustakawan dan Penyaring Hoaks.

Pustakawan dan Penyaring Hoaks.
(Tayang di Kompas cetak, 2 Sept 2017 hlm 7).
Bagai racun yang menyebar di dalam tubuh setelah digigit ular berbisa. Itulah gambaran bagi netizen di Indonesia yang terlalu nyaman menyantap hoaks yang bisa memicu pecahnya persatuan bangsa. Pemicunya acap kali penerima tidak menyaring informasi entah dari mana. Sebenarnya di sekitar mereka telah hadir profesi pustakawan sebagai the guardian of information. Pustakawan bisa memberi pengawalan informasi yang diterima pemustakanya (pengguna perpustakaan).
Tertuang pada UU No 43/2007 tentang perpustakaan (pustakawan di dalamnya) diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat. Berfungsi sebagai

wahana pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa, pustakawan memiliki tujuan memberi layanan kepada pemustaka serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan bangsa.

Maka, pustakawan bertanggung jawab atas perilaku penggunanya. Siswa sekolah menjadi tanggung jawab pustakawan sekolah. Warga kampus menjadi tanggung  jawab pustakawan universitas. Begitu pula warga Indonesia menjadi tanggung jawab Perpustakaan Nasional. Apalagi bakal hadir pedoman internet sehat oleh pemerintah. Kiranya pemerintah memberi peran kepada pustakawan dalam panduan itu.
Dicki Agus Nugroho. Pustakawan. Universitas Tidar, Magelang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s