Makalah dan Poster Pemenang Lomba Telminas HMPII 2016

Ajang bergengsi antar mahasiswa Ilmu Perpustakaan & Informasi se Indonesia ini kembali digelar untuk yang kedua kalinya setelah lomba serupa di Universitas Padjadjaran Bandung pada 2012. Universitas Diponegoro sebagai tuan rumah Telminas HMPII ke-2 (Temu Ilmiah Mahasiswa Nasional – Himpunan Mahasiswa Perpustakaan dan Informasi Indonesia) ini berhasil mengeluarkan pemenang lomba makalah (karya tulis ilmiah) dan lomba poster yag diselenggarakan pada 27-30 Oktober 2016 di Kampus Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Panitia telah merangkum hasil dari semua peserta lomba yang bisa Anda unduh di sini: Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah Telminas 2016 HMPII di Universitas Diponegoro & Hasil Lomba Poster Telminas 2016 HMPII di Universitas Diponegoro.

Dokumentasi Liputan:

.

Detik-Detik Pengumuman:

.

Liputan media lain:

Baca lebih lanjut

Iklan

3 Langkah Perpustakaan Eksis: Pengalaman Pribadi Aksi Perpustakaan

Pendahuluan

“….Aksi Perpustakaan itu harus sexy dan mampu mencerahkan….”

 

Tulisan ini tayang berkat pengalaman penulis saat bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat di bidang perpustakaan. Penulis lebih senang menyebutnya lembaga konsultan perpustakaan bernama YPPI (Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia). Tercatat, 30 kegiatan terselenggara, dan ratusan kali dimuat media cetak, media televisi, media daring, baik nasional maupun internasional. Partisipasi lembaga ini telah mencakup lingkup yang lebih luas. Salah satunya adalah Aksi Perpustakaan. (Alamat YPPI Surabaya (tutup), Alamat YPPI Jakarta (kantor baru), Laman YPPI lama, Laman YPPI baru).

yppi jawa pos JPNN

Masuk Kolom Feature Koran JawaPos dan JawaPos Daring 23 Mei 2014

Program Aksi Perpustakaan adalah sebuah program yang dikembangkan untuk mendekatkan literasi kepada masyarakat. Literasi berarti luas, bukan sekedar keberaksaraan, membaca, mendapatkan informasi, menulis, memahami, mencerdaskan dan menyampaikan informasi, namun lebih luas lagi yang mencakup kemampuan pada bidang tertentu. Sebagaimana yang disebutkan dalam American Library Association, literasi merupakan sebagai sebuah kemampuan untuk mengenali informasi yang dibutuhkan dan meletakkan, mengevaluasi, serta menggunakan informasi secara efektif.

Baca lebih lanjut

Lomba Artikel Ilmiah: Perpustakaan Menyelamatkan Generasi Langgas dari Hoax.

 

dies ke 66 perpustakaan ugm dicki agus nugroho

Berswafoto bersama dengan pemenang dan juri, dari kiri, saya, Bapak Sutomo (suami ibu Susanti), Ibu Susanti, Ibu Sri Rumani, dan Bapak Ida. [Tidak Lengkap]. Foto dengan Ibu Endang ada di paling bawah artikel.

 

Dalam rangka Dies ke-66 Perpustakaan UGM 2017.

Judul artikel: Perpustakaan Menyelamatkan Generasi Langgas dari Hoax.

Pendahuluan

Penetrasi internet di Indonesia boleh dikatakan sangat luar biasa. Pasalnya, berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2016, lebih dari separuh total penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Tepatnya 132,7 juta orang terkoneksi internet dari total 256,2 juta penduduk. Hal penting dari hasil survei itu adalah generasi langgas membuktikan diri dengan mendominasi pengguna internet sebesar 42% (APJII, 2016). Generasi langgas diperkenalkan sebagai generasi bebas oleh Sebastian (2016). Kata langgas diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang berarti bebas atau tidak terikat kepada sesuatu / kepada seseorang. Pengelompokan generasi langgas ini diperuntukkan kepada seseorang yang lahir sekitar tahun 1980-2000 dengan kata lain berusia 16-36 tahun.

Baca lebih lanjut

Daftar Film tentang Buku & Perpustakaan

Ini dia film yang layak untuk ditonton oleh sejawat pustakawan. Ada unsur kepustakawanan di dalam film-film di bawah ini lhoo. Aku sering memakainya untuk melengkapi referensi saat membuat tulisan. 😀

Ketika buku dan Perpustakaan menjadi referensi kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan (lagi dan lagi): http://lk21.org/town-missing-2016/

Ketika buku tak payah dibaca pada lirik lagu Upin & Ipin: https://www.youtube.com/watch?v=-HcGV-e8-vk

Ketika pustakawan siap rela dibunuh dan membunuh untuk menyelamatkan koleksi penyihirnya. Thanks Marvel!: https://nonton.movie/movie/doctor-strange-2016-subtitle-indonesia-636c Baca lebih lanjut

Makalah: KREATOR GENERASI DIGITAL DI PERPUSTAKAAN

foto_dicki-agus-nugroho_magelang

Dicki Agus Nugroho di Floating Market, Lembang, Bandung

 

KREATOR GENERASI DIGITAL DI PERPUSTAKAAN

Dicki Agus Nugroho

Pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Tidar

Jl Kapten Suparman 39, kampus Potrobangsan, Kota Magelang, Jawa Tengah, 56116

dickiuntidar@gmail.com; dicki@untidar.ac.id

Dipresentasikan pada acara SLiMS Commeet West Java 2016: “Senayan Library Management System Community Meet Up West Java; Bandung, 17-18 Desember 2016”. Dan dimuat pada Prosiding Seminar Nasional: “Kreatifitas Pustakawan pada Era Digital dalam Menyediakan Sumber Informasi bagi Generasi Digital Native”.

Abstrak

Lahirnya istilah generasi digital merupakan implikasi dari pesatnya perkembangan teknologi. Dalam perkembangan teknologi, generasi digital memiliki karakter tersendiri yang tidak terlepas dari aktivitas pemanfaatan teknologi. Begitu pula dengan kemajuan internet yang semakin masif membuat dunia terasa menyempit, batas ruang dan waktupun menjadi relatif. Dampaknya sampai menjadikan lebih dari setengah jumlah penduduk Indonesia sebagai pengguna internet. Generasi digital membuktikan diri dengan beragam aktivitasnya mendominasi pengguna internet yakni 42,8% dari total 132,7 juta orang. Salah satu aktivitas yang dilakukan oleh generasi digital  telah menjadikan dirinya sendiri sebagai kreator. Kreator merupakan pencipta atau produsen konten tertentu di media khususnya di media sosial. Tumbuhnya kreator konten media di Indonesia disinyalir populernya tiga konten media sosial yang sering dikunjungi pengguna internet yaitu Facebook (54%), Instagram (15%), dan Youtube (11%). Belakangan ini bermunculan kreator-kreator terkenal yang tidak hanya merubah perilaku generasi digital namun juga mendatangkan penghasilan. Aktivitas tersebut merupakan salah satu dinamika yang ada di masyarakat. Dimana masyarakat dan perpustakaan memiliki keterkaitan yang strategis. Perpustakaan diharapkan mampu menganalisis kebutuhan generasi digital dan mewadahi mereka serta selalu memperbaharui kebutuhannya. Kajian yang bertujuan untuk menjelaskan kreator generasi digital dan contoh praktik perpustakaan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menekankan pengumpulan data menggunakan kajian studi pustaka. Peneliti menggunakan berbagai literatur yang membahas karakteristik generasi digital dan contoh praktik perpustakaan  yang diperoleh dari buku, hasil penelitian, jurnal, majalah, artikel, surat kabar, internet dan sumber terkait lainnya. Hasil kajian ini adalah mengenalkan tindakan yang bisa dilaksanakan oleh perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan dan memelihara para kreator dari generasi digital.

Kata kunci : Perpustakaan, digital native, kreator, media sosial Baca lebih lanjut

Pentingnya Spiritual Skill bagi Pustakawan dalam Pelayanan Perpustakaan


Pentingnya Spiritual Skill bagi Pustakawan dalam Pelayanan Perpustakaan

Oleh: Dicki Agus Nugroho, S.Hum. Pustakawan upt perpustakaan universitas tidar di magelang jawa tengah.

Dimuat di PROSIDING SEMINAR NASIONAL: Soft Skill & Spiritual Skill Pustakawan dalam Layanan Prima Perpustakaan. Surakarta, 21 September 2016. ISI Surakarta (Solo). Jawa Tengah.

dicki@untidar.ac.id; dickiuntidar@gmail.com

 

 

Abstrak

Pustakawan mendapat tantangan dan tuntutan dari pemustaka net generation. Jawabannya ada pada tiga bagian yang dipersatukan membentuk satu bulatan penuh yaitu Hard Skill, Soft Skill, dan Spiritual Skill. Ketiganya menjadi bagian utuh yang tidak dapat dipisahkan sehingga mampu menjaga stabilnya kualitas pelayanan perpustakaan. Pentingya spiritual skill menghadirkan sosok pustakawan yang mendekati sempurna. Namun, pustakawan dikhawatirkan mengalami ketidakstabilan spiritual skill karena adanya faktodicki agus nugroho 2.pngr yang bisa melemahkan kemampuan spiritual. Maka perlu alternatif untuk mencegah kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengenalkan sebuah alternatif cara mengetahui tipe kepribadian dan memberikan contoh pratik spiritual pada masing-masing tipe kepribadian. Diharapkan menjadi alternatif bagi pustakawan untuk menjaga stabilnya spiritual skill pustakawan supaya semakin mampu menjagastabilnya kualitas pelayanan perpustakaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka. Peneliti menggunakan berbagai literatur yang membahas spiritual skill. Hasil dari penelitian ini adalah mengenalkan sebuah alternatif cara mengetahui tipe kepribadian dan memberikan contoh praktik spiritual pada masing-masing tipe kepribadian.

Kata kunci: spiritual skill, pustakawan, big five, kepribadian

Baca lebih lanjut